Gempa 7,6 SR Guncang Jepang Utara, Tsunami 40 Cm Hantam Dua Pelabuhan

- Selasa, 09 Desember 2025 | 07:40 WIB
Gempa 7,6 SR Guncang Jepang Utara, Tsunami 40 Cm Hantam Dua Pelabuhan

Gempa dahsyat kembali mengguncang Jepang. Senin malam (8/12/2025) tepatnya pukul 21.34 waktu setempat, getaran keras dengan magnitudo 7,6 melanda kawasan pantai utara. Guncangannya terasa hingga ke Sapporo, memicu kekacauan dan kepanikan sesaat.

Alarm tsunami langsung berdering. Badan Meteorologi Jepang dengan cepat mengeluarkan peringatan serius: gelombang setinggi 3 meter berpotensi menghantam pesisir Pasifik. Imbasnya, sejumlah perjalanan kereta cepat Shinkansen terpaksa dihentikan untuk sementara.

Menurut data Survei Geologi AS (USGS), episentrum gempa berada di lepas pantai Misawa, pada kedalaman sekitar 53 kilometer. Getarannya ternyata bukan akhir cerita.

Tsunami 40 Cm di 2 Lokasi

Peringatan itu bukan tanpa alasan. Gelombang pertama akhirnya datang, menghantam pelabuhan di Misawa, Aomori, pukul 23.43. Tak lama berselang, sekitar pukul 23.50, kota Urakawa di Hokkaido juga merasakan hempasannya.

“Kedua gelombang berukuran 40 sentimeter (16 inci),” jelas Badan Meteorologi Jepang dalam pernyataannya.

Meski ketinggiannya tak sebesar yang dikhawatirkan, dampaknya tetap nyata. Media lokal mulai melaporkan adanya korban luka-luka. Siaran NHK menyiarkan rekaman langsung yang memperlihatkan pecahan kaca dan puing berserakan di jalanan kota Hachinohe, Aomori.

Seorang karyawan hotel di sana mengonfirmasi kekacauan itu.

“Ada beberapa korban luka,” katanya kepada NHK, menggambarkan situasi saat itu.

Sementara itu, seorang reporter NHK yang berada di Hokkaido menggambarkan pengalaman yang mencekam. Guncangan horizontal berlangsung hampir setengah menit, cukup kuat hingga membuatnya kesulitan untuk sekadar berdiri tegak. Di Sapporo, alarm darurat di ponsel warga berbunyi bersahutan, menambah suasana mencekam di malam hari.

Peringatan Tsunami Diakhiri

Namun begitu, ketegangan berangsur mereda. Pada Selasa dini hari, pihak berwenang memutuskan untuk mengakhiri peringatan tsunami tersebut. Pengamatan menunjukkan bahwa beberapa gelombang yang terekam memang ada yang mencapai 70 sentimeter, tetapi ancaman besar telah berlalu.

Jepang sekali lagi menunjukkan ketangguhannya menghadapi bencana. Sistem peringatan dini bekerja cepat, evakuasi berjalan, dan warga tetap waspada. Malam yang menegangkan itu akhirnya berakhir dengan napas lega, meski jejak guncangan masih tersisa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar