Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital

- Minggu, 11 Januari 2026 | 01:45 WIB
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital

Pemerintah Jerman bersiap mengencangkan sekrup aturan hukum. Tujuannya jelas: menindak tegas penyalahgunaan kecerdasan buatan untuk memanipulasi gambar dan melanggar hak-hak pribadi. Langkah ini diambil tak lepas dari maraknya teknologi deepfake dan konten visual eksploitatif yang kian meresahkan.

Menurut juru bicara Kementerian Kehakiman, Anna-Lena Beckfeld, langkah-langkah konkret segera diajukan. Tujuannya agar aparat penegak hukum punya cara yang lebih efektif untuk menangani kasus-kasus ini, terutama yang berkaitan dengan pembuatan dan penyebaran gambar merugikan.

"Tidak bisa diterima," tegas Beckfeld dalam sebuah konferensi pers pemerintah.

"Manipulasi berskala besar yang digunakan untuk melanggar hak pribadi secara sistematis harus dihentikan. Kami ingin hukum pidana bisa dipakai lebih efektif untuk memerangi praktik semacam ini."

Dorongan untuk bertindak ini muncul di tengah sorotan terhadap chatbot Grok, milik perusahaan xAI Elon Musk. Fitur "mode pedas"-nya, yang terintegrasi dengan platform X, sempat memungkinkan pengguna menghasilkan gambar-gambar eksplisit. Investigasi Reuters kemudian menemukan fakta pahit: teknologi itu pernah dipakai untuk membuat gambar perempuan dan anak-anak tanpa seizin mereka.

Di sisi lain, tekanan juga datang dari Menteri Media Jerman. Ia bahkan telah mendesak Komisi Eropa untuk mengambil tindakan hukum terhadap X. Platform itu dituding berkontribusi pada apa yang disebutnya "industrialisasi pelecehan seksual" lewat penyalahgunaan AI.

Tak hanya berhenti di ancaman, Kementerian Kehakiman Jerman dikabarkan sedang menyiapkan regulasi yang lebih ketat. Fokusnya pada deepfake dan rancangan undang-undang anti-kekerasan digital. Intinya, melindungi korban dan mempermudah mereka menuntut balik pelaku di ranah online.

“Kami ingin memberi korban alat hukum yang lebih kuat,” jelas Beckfeld, menegaskan komitmennya. “Mereka harus bisa bertindak langsung terhadap pelanggaran yang terjadi di internet.”

Menanggapi kontroversi ini, xAI menyatakan telah membatasi kemampuan pembuatan gambar pada Grok, kini hanya untuk pelanggan berbayar. Elon Musk sendiri berulang kali menegaskan bahwa siapa pun yang menggunakan chatbot untuk konten ilegal akan diperlakukan sama persis seperti mereka yang mengunggah materi terlarang secara langsung.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar