Sebuah pemandangan yang menyedihkan ditemukan di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Riau. Seekor anak gajah Sumatera jantan, diperkirakan berusia lima tahun, tergeletak mati dalam kondisi membusuk. Yang lebih memilukan, kaki hewan malang itu masih terjerat seutas tali.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengonfirmasi temuan itu di lokasi kejadian pada Kamis lalu.
"Dari pemeriksaan sementara, jelas terlihat bekas jeratan di kaki gajah. Talinya sendiri masih ada dan utuh," ujarnya kepada para wartawan yang meliput.
Petugas taman nasionallah yang pertama kali menemukan bangkai itu. Saat itu, sekitar tengah hari, mereka sedang melakukan patroli rutin. Lokasinya tak jauh, hanya sekitar 200 meter dari batas kawasan hutan konservasi.
Kini, penyelidikan pun digelar. Tim Puslabfor Polda Riau sudah turun ke TKP untuk mengolah setiap jejak yang ada. Mereka juga berkoordinasi erat dengan BKSDA Riau. Namun begitu, jawaban pasti soal penyebab kematian masih menunggu hasil bedah nekropsi.
"Kami sudah menyiapkan beberapa hipotesis," imbuh Herry Heryawan. "Mungkin gajah ini terjerat, lalu lukanya infeksi parah hingga akhirnya mati di tempat ini."
Ia menegaskan pihaknya masih mendalami segala kemungkinan, termasuk asal-usul tali jerat tersebut. Semuanya masih dalam tahap penyelidikan intensif.
"Kami tentu sangat prihatin dengan kejadian ini," tuturnya.
Kapolda itu sendiri dikenal memberikan perhatian serius terhadap nasib gajah Sumatera dan satwa liar lain di Riau. Kini, semua pihak hanya bisa menunggu. Menunggu laporan resmi dari dokter hewan yang akan membedah bangkai gajah malang tersebut, untuk mengungkap cerita sebenarnya di balik kematiannya.
Artikel Terkait
WNA Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya di Bekasi, Polisi Autopsi Jenazah
Sapi Kurban Mengamuk, Terobos Toko Kamera di Bogor
Gard Revolusi Iran Serang Pangkalan Militer AS sebagai Balasan atas Agresi di Bandar Abbas
Dewan Ekonomi Jerman Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Jadi 0,5 Persen, Daya Saing Industri Terancam