Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo

- Minggu, 11 Januari 2026 | 02:05 WIB
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo

Hujan yang mengguyur dengan deras sejak sore hari menyebabkan sejumlah desa di Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, terendam banjir. Ketinggian airnya tak main-main, mencapai sekitar satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, hujan dengan intensitas lebat itu mulai turun sekitar pukul tiga sore. Curahnya tinggi dan berlangsung hingga petang, membuat debit air sungai melonjak drastis dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

"Data sementara rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 32 rumah, namun pendataan masih terus dilakukan,"

Ujarnya, Sabtu (10/1). Genangan air tersebut melanda rumah-rumah penduduk di tiga desa: Lemahkembar, Banjarsari, dan Ambulu. Kabar baiknya, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Di sisi lain, tim BPBD bersama instansi terkait sudah bergerak menuju lokasi. Mereka melakukan asesmen sekaligus memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya kebanjiran.

"Kami bergerak cepat untuk menangani banjir yang melanda Kecamatan Sumberasih, sehingga diharapkan bisa segera surut,"

tambah Oemar.

Namun begitu, dampaknya ternyata lebih luas. Hujan deras itu juga membanjiri ruas jalan yang menghubungkan Desa Kedungdalem dan Desa Dringu. Kondisinya parah, terutama di sepanjang Dusun Krajan Bandaran hingga depan Balai Desa Dringu.

Area itu sekarang sama sekali tak bisa dilalui. Genangan airnya dalam, berisiko mematikan mesin kendaraan roda dua. Mobil pun tak bisa lewat.

Oemar pun mengimbau para pengendara. Untuk sementara, hindari dulu jalur tersebut sampai air benar-benar surut.

"Pengendara agar menggunakan jalur alternatif yang tidak tergenang,"

pesannya. Intinya, cari jalan lain dulu. Keselamatan yang utama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar