Layanan BBQ home service dengan konsep live cooking kian populer sebagai alternatif penyajian makanan dalam berbagai acara. Selain menyajikan hidangan yang fresh dan hangat karena dimasak di tempat, konsep ini juga memberikan pengalaman interaktif yang menarik bagi tamu.
Berbeda dengan prasmanan katering yang cenderung kaku, BBQ home service dinilai lebih berbasis pengalaman (experience-based). Tidak hanya untuk acara di rumah atau gedung, layanan ini juga banyak digunakan untuk gathering kantor.
Pergeseran minat ke konsep interaktif ini dirasakan oleh Alyssa Rinsky, co-owner Steggo, yang mencatat perluasan demografi konsumen dalam dua tahun terakhir. "Permintaan pasar terus mencatatkan tren peningkatan. Pada masa operasional awal, pesanan didominasi oleh perayaan ulang tahun anak serta pertemuan keluarga skala kecil. Namun pada perkembangan saat ini, kami rutin menerima permintaan dari kawasan perkantoran untuk kegiatan team gathering dan corporate event dengan jumlah tamu masif," tutur Alyssa.
Untuk merespons tingginya volume pesanan dari sektor perkantoran, layanan BBQ home service menyesuaikan skema operasionalnya. Penyelenggara diharapkan menyediakan lahan yang agak luas dan terbuka untuk memasak, sementara tim penyedia jasa datang membawa bahan baku beserta alat panggang. "Seluruh proses di lapangan dikelola langsung oleh tim operasional. Pihak penyelenggara bisa mengikuti jalannya acara tanpa memikirkan penyajian hidangan. Sistem ini dapat beradaptasi dengan variasi skala acara klien," tambahnya.
Paparan organik dari unggahan visual tamu di media sosial saat sesi live cooking turut mempercepat penyebaran informasi tentang tren layanan ini kepada audiens yang lebih luas. Kehadiran konsep katering yang mengedepankan interaksi perlahan menggeser kebiasaan lama dalam penyelenggaraan acara di kawasan urban.
"Konsumen saat ini memiliki kecenderungan untuk mencari momen kebersamaan yang melibatkan partisipasi aktif. Melihat proses memasak daging BBQ secara langsung pada dasarnya menjadi elemen hiburan yang mendukung jalannya sebuah kegiatan kebersamaan," pungkas Alyssa.