Inara Rusli Buka Suara: Harapan Pengakuan Negara untuk Pernikahan Sirinya

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:40 WIB
Inara Rusli Buka Suara: Harapan Pengakuan Negara untuk Pernikahan Sirinya

JAKARTA – Bukan cuma soal status pernikahannya dengan Insanul Fahmi yang diungkap Inara Rusli. Ia juga bicara tentang peran penting anak-anak dalam hidupnya sekarang. Ada satu harapan yang ia pegang erat: agar pernikahan siri mereka bisa mendapat pengakuan resmi dari negara.

Bagi Inara, keinginan itu datang dari hal yang sederhana. Sebagai seorang perempuan yang sudah menikah, ia punya harapan yang sama seperti kebanyakan istri lainnya.

"Saya rasa itu adalah harapan semua istri, ya. Harapan semua perempuan juga maunya seperti itu ya," ujar Inara.

Namun begitu, ia tak menutup mata. Inara sadar betul, jalan menuju pengakuan hukum itu masih terhalang beberapa persoalan. Semuanya, tegasnya, harus diselesaikan lewat jalur hukum yang ada.

"Cuma kan kami di sini harus melihat secara fakta bahwa masih ada problem atau masalah yang harus diselesaikan satu per satu nih, terutama di ranah hukum ini," katanya.

Di tengah segala kerumitan itu, ada satu hal yang membuatnya lega. Insanul Fahmi ternyata bisa menjalin hubungan yang dekat dengan anak-anaknya. Menurut Inara, kepedulian yang ditunjukkan Insan terasa tulus.

"Ya, Alhamdulillah. Alhamdulillah Insan juga orang yang sangat peduli dan sayang sama anak-anak saya," ucapnya.

Bahkan, putri sulungnya, Starla Rhea Idola Virgoun, sudah punya pemahaman sendiri tentang kondisi keluarga mereka. Inara melihatnya dari kacamata agama.

"Starla sudah kenal sih, dan Alhamdulillah Starla juga anak yang sholehah, ya. Dia anak yang baik, anak yang paham agama. Dia paham bahwa selama itu sudah halal, ya, sudah saatnyalah kami istilahnya sami'na wa atho'na," jelas Inara.

Pernyataan-pernyataan itu semakin mengeraskan sorotan publik pada kisah Inara dan Insan. Status pernikahan dan masa depan keluarga mereka, sekali lagi, jadi bahan perbincangan yang tak ada habisnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar