Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad ternyata mentok. Gagal total. Nah, yang jadi pertanyaan sekarang, apa gencatan senjata yang cuma dua minggu itu bakal ada tambahan waktu?
Menurut pengamatan Teuku Rezasyah, seorang pakar hubungan internasional, peluang perpanjangan itu sebenarnya masih ada. Tapi ya, ada tapinya. Syaratnya nggak gampang.
"Gencatan senjata masih mungkin diperpanjang, andaikan AS dan Iran berani memberikan toleransi sedikit namun terukur, atas kebijakan yang selama ini sangat kuat dipegang,"
ujar Rezasyah kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).
Intinya, menurut Rezasyah, jalan ke arah kesepakatan bisa terbuka kalau Amerika Serikat nggak terus-terusan mendesak Iran untuk membongkar semua fasilitas nuklirnya. Di sisi lain, Iran juga perlu menunjukkan sikap lunak.
"Bagi Iran, bersedia menerima evaluasi dari IAEA, perihal derajat Nuklir yang telah diperkaya, sepanjang masih di bawah potensi menjadi senjata Nuklir,"
katanya menerangkan.
Lalu, soal apa yang bikin perundingan ini akhirnya macet? Rezasyah punya harapan khusus untuk Pakistan, selaku tuan rumah. Dia berharap Islamabad mau berbagi informasi tentang hal-hal yang mengganggu proses negosiasi.
"Misalnya, telpon dari Gedung Putih dan Tel Aviv, yang menekan delegasi AS untuk terus melaporkan perkembangan negosiasi,"
jelasnya. Poin itu, menurutnya, bisa jadi kunci untuk memahami mengapa meja perundingan akhirnya diam seribu bahasa.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Kesepakatan Timur Tengah Akan Ditandatangani, Selat Hormuz Dibuka Kembali
Kepala BGN Bantah Isu Pembagian Keuntungan Program Makan Bergizi Gratis untuk Prabowo
Ketua Umum KNPI Resmi Buka Musda VII Sulawesi Tenggara, Tekankan Lahirkan Kepemimpinan Visioner
Iran Tetapkan Jadwal Pemakaman Ayatollah Khamenei pada Awal hingga Pertengahan Juli 2026