Menteri Perhubungan Dudy Purwagandha mengajukan rencana anggaran yang cukup besar untuk menangani kerusakan transportasi pasca bencana. Angkanya? Sekitar Rp1.472 triliun. Rencana ini direncanakan berlaku hingga tahun 2028, dengan tujuan utama memulihkan dan menguatkan kembali infrastruktur perhubungan yang rusak.
Kalau dirinci, fokusnya cukup luas. Mulai dari mengembalikan kelancaran lalu lintas, memperbaiki terminal, membenahi prasarana kereta api, hingga meningkatkan fasilitas bandara. Intinya, semua yang berhubungan dengan mobilitas masyarakat pasca bencana akan jadi perhatian.
Nah, untuk tahap awal di tahun 2026, Kemenhub punya prioritas sendiri. Mereka menyiapkan anggaran untuk fase tanggap darurat dan pemulihan awal. Kebutuhannya diperkirakan mencapai Rp60,58 miliar untuk penanganan darurat, dan sekitar Rp129,32 miliar untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa lalu, Dudy menjelaskan soal pendanaan ini.
"Pendanaan tahun 2026 memanfaatkan rincian output khusus prioritas direktif Presiden. Sedangkan untuk kebutuhan tahun 2027 dan 2028, nanti akan kami usulkan lagi ke DIPA di tahun anggaran tersebut," jelasnya.
Artikel Terkait
Uji Jalan B50 Dimulai, Truk Hino Tempuh 560 Kilometer Sehari
Ibu Kota Diguyur Hujan, Kelembapan Mencapai Titik Jenuh
Menteri Keuangan Siapkan Kejutan Drastis di Lima Pelabuhan Utama
Trump Ungkap Armada AS di Iran Lebih Besar dari Venezuela, Sinyal Opsi Militer Makin Nyata