Dari sisi sektor, ternyata perkeretaapian dan penerbangan menelan biaya pemulihan terbesar. Direktorat Jenderal Perkeretaapian membutuhkan dana sekitar Rp702,13 miliar, sementara Dirjen Perhubungan Udara mengusulkan Rp589,15 miliar.
Di sisi lain, kebutuhan untuk sektor darat tercatat Rp103,64 miliar. Untuk laut lebih kecil lagi, sekitar Rp11,76 miliar. Lalu, ada juga alokasi untuk BPSDM Perhubungan sebesar Rp65,79 miliar.
Lantas, daerah mana yang paling banyak mendapat alokasi? Ternyata fokusnya ada di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Aceh menjadi wilayah dengan kebutuhan anggaran terbesar, yaitu Rp814,80 miliar. Disusul oleh Sumatera Utara dengan Rp544,89 miliar, dan Sumatera Barat yang membutuhkan sekitar Rp112,78 miliar.
Jadi, itulah gambaran besar usulan anggaran pemulihan transportasi pasca bencana. Angka yang fantastis, untuk pekerjaan yang juga tidak mudah.
Artikel Terkait
Stok Beras Pemerintah Diproyeksikan Capai 4 Juta Ton Awal 2026
Media Italia Soroti Panggilan Audero dan Idzes ke Timnas Indonesia
Antrean Truk Logistik dan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Ciwandan Jelang Lebaran
Bali United Akui Inkonsistensi Usai Dibantai Persis Solo