Alwi Farhan sudah melangkah ke semifinal. Tapi, pikirannya tak berlama-lama di kemenangan atas Jason Gunawan di perempat final Swiss Open itu. Sekarang, fokusnya sudah tertuju ke satu nama: Li Shi Feng, sang unggulan pertama asal China yang akan dihadapinya besok.
"Alhamdulillah, semua berkat kerja keras. Bukan hanya diri saya, tapi juga pelatih, tim pendukung, dan juga doa orang tua saya," ujar tunggal putra Indonesia itu dalam rilis PP PBSI, Sabtu.
Namun begitu, ia langsung menegaskan, "Jalan masih panjang, masih ada besok. Saya akan menyiapkan untuk yang terbaik."
Pertandingan melawan wakil Hong Kong itu sendiri berjalan cukup mulus. Di St. Jakobshalle, Basel, Jumat waktu setempat, Alwi menang dua gim langsung 21-14, 21-15. Awal gim pertama memang ketat, tapi selepas interval dengan keunggulan tipis 11-10, ia berhasil memperlebar jarak dan menutup gim pertama dengan cukup meyakinkan.
Dominasinya bahkan lebih terlihat di gim kedua. Kecepatan dan variasi serangannya membuat Jason kesulitan. Alwi memimpin sejak awal dan membangun keunggulan besar, 16-9, sebelum akhirnya mengamankan tiket ke babak empat besar.
Menurut Alwi, kunci kemenangannya sederhana: menjalankan instruksi pelatih. "Saya tidak tahu apa yang dirasakan dia, tapi saya menjalankan pola yang diinstruksikan dari pelatih. Saya menjaga terus fokusnya," katanya.
Catatan menterengnya belum kehilangan satu gim pun sepanjang turnamen juga tak membuatnya lengah. Bagi Alwi, itu bukan jaminan apa-apa.
"Belum kehilangan gim memang bisa simpan tenaga," akunya. "Tapi kalau kondisi bagus belum tentu main juga bisa bagus. Kalau kondisi jelek belum tentu main bisa jelek juga. Jadi apapun kondisinya, yang penting siap tempur saja."
Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan ketiganya atas Jason dari empat kali pertemuan. Sebuah catatan positif yang tentu memberi suntikan percaya diri.
Di sisi lain, lawan berikutnya jelas bukan tandingan mudah. Li Shi Feng melaju ke semifinal dengan cara yang dramatis. Ia harus bangkit dari ketertinggalan setelah dihajar 8-21 di gim pertama oleh Wang Po-Wei dari Taiwan. Tapi, pemain China itu menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan di dua gim berikutnya, 21-11 dan 21-15.
Pertarungan di semifinal nanti jelas akan jadi ujian sesungguhnya bagi Alwi Farhan. Antara momentum positifnya dan kelas seorang unggulan pertama.
Artikel Terkait
Dua Tersangka Baru di Kasus Korupsi Desa Muba, Termasuk Staf Ahli Bupati dan Advokat
Bayi Diduga Dianiaya Pengasuh di Daycare Banda Aceh, Polisi Amankan Pelaku
Human Initiative Luncurkan Flash Sale Qurban Rp1,7 Juta per Bagian Sapi, Fokus ke Indonesia Timur dan Afrika
Mayapada Hospital Hadirkan Teknologi Kedokteran Nuklir PET-CT dan SPECT-CT untuk Deteksi Dini Kanker