Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo baru-baru ini buka suara soal rencana skema rekayasa lalu lintas untuk arus mudik Lebaran tahun 2026 nanti. Intinya, sosialisasi ke para pemudik bakal dilakukan lebih dulu. Menurut Dedi, informasi tentang manajemen rekayasa arus ini akan disampaikan setidaknya dua sampai tiga jam sebelum benar-benar diterapkan.
"Akan melakukan sosialisasi 2 jam atau 3 jam paling lambat sebelum dilaksanakan manajemen rekayasa arus lalu lintas itu akan disampaikan," jelas Dedi kepada awak media, Sabtu (14/3/2026).
Nah, salah satu skema yang sudah disiapkan adalah contraflow di Tol Jakarta–Cikampek. Rencananya, sistem ini akan diberlakukan di ruas KM 47 hingga KM 70.
"Untuk yang hari ini dipersiapkan untuk contraflow satu jalur nanti dari mulai KM 47 sampai dengan KM 55 dan KM 70. Ya itu yang yang dipersiapkan strategi manajemen lalu lintas oleh Polda Jawa Barat," ujar Dedi.
Lalu, kapan tepatnya contraflow ini dijalankan? Ternyata polisi punya patokan angka yang cukup detail. Ambil contoh untuk satu jalur contraflow. Itu baru akan diterapkan kalau traffic counting atau penghitungan kendaraan sudah mencapai 5.500 unit per jam. Kalau lalu lintas makin parah dan angkanya naik ke 6.400 per jam, maka contraflow akan diperlebar jadi dua jalur. Bahkan, kalau sampai menyentuh 7.400 kendaraan per jam, tiga jalur akan dialihkan.
Tapi bagaimana kalau keadaannya benar-benar luar biasa padat?
Artikel Terkait
KontraS Soroti Penyerangan dengan Air Keras terhadap Wakil Koordinatornya
BMKG Prakirakan Makassar Mendung Sepanjang Hari, Waspada Hujan Ringan Dini Hari
Warga Makassar Buka Puasa Pukul 18.19 WITA Hari Ini
KPK Dalami Dugaan Permintaan THR Terkait Proyek dalam OTT Bupati Cilacap