Di kawasan Salemba yang ramai, Jakarta Pusat, sebuah aksi teror terjadi. Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), diserang secara tiba-tiba oleh orang tak dikenal. Pelaku menyiramnya dengan air keras.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, langsung menanggapi. Ia mendesak polisi untuk bertindak cepat.
"Saya minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas siapa pelaku dan dalang di balik penyerangan ini, ungkap motifnya secara terang," tegas Sahroni pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, teror semacam ini adalah tamparan keras bagi demokrasi. Apalagi, kata dia, jika nanti motifnya berkait-kelindan dengan aktivitas korban selama ini di KontraS. "Sangat tidak baik bagi iklim demokrasi kita," jelasnya lagi.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Tepatnya di Jalan Salemba, Senen. Polisi kini menyelidikinya sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan berat.
Penyidik bergerak. Mereka memeriksa TKP, mengumpulkan bukti, dan melacak rekaman CCTV di sekitar lokasi. Sudah ada dua saksi yang diperiksa, dan jumlah itu mungkin bertambah seiring waktu. Investigasi masih terus berjalan.
Kondisi Andrie Yunus sendiri cukup parah. Ia menderita luka bakar di beberapa bagian tubuh, terutama di wajah, dada, dan juga tangannya. Sungguh memilukan.
Artikel Terkait
Okupansi Whoosh dan LRT Jabodebek Melonjak Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi
Asisten Masinis Curiga Sinyal Eror Sesaat Sebelum KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, 15 Tewas
Sri Mulyani Berduka atas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Sehari Sebelumnya Ia Naik Rute yang Sama
Jasa Raharja Pastikan Santunan Cair untuk Seluruh Korban Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur