Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan atas naskah akhir perjanjian damai untuk mengakhiri perang di antara kedua negara. Perkembangan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena konflik kembali memanas sejak awal pekan ini. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa pemerintahannya saat ini bekerja sama erat dengan Washington dan Teheran untuk menyelesaikan langkah-langkah selanjutnya.
Dalam unggahan di media sosial X pada Sabtu (13/6/2026), Sharif menegaskan bahwa perdamaian antara AS dan Iran belum pernah sedekat ini sebelumnya. Ia juga memperingatkan adanya kampanye disinformasi tanpa henti yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menyabotase kesepakatan tersebut. Tuduhan itu tampaknya dialamatkan kepada Israel, meskipun Pakistan tengah berupaya melakukan mediasi secara intensif.
Pakistan sendiri telah menjadi mediator dalam pembicaraan tingkat tertinggi antara AS dan Iran pada April lalu, yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata. Pernyataan Sharif muncul setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan udara pada Kamis. Trump beralasan bahwa pembatalan itu dilakukan karena kesepakatan damai hampir rampung.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance kemungkinan akan terbang ke Eropa untuk menandatangani perjanjian damai dengan Iran. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa proses diplomasi antara kedua negara memasuki babak final yang menentukan.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Residivis Pencuri Motor di Ciracas Berkat Rekaman CCTV yang Viral
DPR Desak Pemerintah Tindak Tegas Mafia Badal Haji dan Penipuan Dam Senilai Rp1,4 Miliar
Borneo FC Tunjuk Mauro Jeronimo sebagai Pelatih Baru, 15 Pemain Dilepas
Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Pekan Depan Terkait Permohonan Justice Collaborator