Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras serangan kelompok pemberontak Houthi terhadap kapal-kapal yang melintas di Laut Merah. Dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, pada Senin (3/8) waktu setempat, Erdogan juga menyatakan dukungan penuh Ankara terhadap langkah Riyadh membentuk aliansi pertahanan maritim multinasional.
"Beliau juga menyambut baik pembentukan aliansi pertahanan maritim multinasional yang dipimpin Saudi dan mendoakan keberhasilannya dalam mencapai tujuannya," demikian laporan kantor berita resmi Saudi, Saudi Press Agency (SPA), sebagaimana dikutip AFP pada Selasa (4/8/2026).
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin juga membahas perkembangan regional, hubungan bilateral, serta upaya memperkuat kerja sama di berbagai bidang.
Langkah ini muncul setelah Arab Saudi mengumumkan pembentukan koalisi pertahanan maritim internasional untuk Laut Merah, menyusul blokade yang diberlakukan Houthi terhadap jalur pelayaran di kawasan tersebut. Koalisi itu dirancang untuk memperkuat kerja sama di tengah meningkatnya ketegangan regional dan maraknya serangan terhadap kapal-kapal niaga di perairan strategis itu.
Inisiatif tersebut diumumkan Kementerian Pertahanan Saudi pada Jumat (31/7/2026), setelah Riyadh menggelar pertemuan yang mempertemukan perwakilan dari 43 negara dan Uni Eropa pada Kamis (30/7) waktu setempat. Kementerian menegaskan, koalisi ini akan melindungi jalur pelayaran internasional, kebebasan navigasi, dan perdagangan global, khususnya di Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden.
Artikel Terkait
Peran Putra Mahkota Saudi di Balik Pembatalan Serangan AS ke Iran
Arab Saudi Bentuk Koalisi Maritim Multinasional untuk Amankan Laut Merah
Arab Saudi dan 13 Negara Bentuk Aliansi Pertahanan Maritim untuk Amankan Jalur Perdagangan
Arab Saudi Diam-diam Galang Koalisi Internasional Hadapi Blokade Houthi di Laut Merah