Jakarta, Jumat siang – Ruang konferensi pers Kementerian Luar Negeri RI ramai oleh sorot kamera. Di tengah hiruk-pikuk perkembangan politik Timur Tengah, pemerintah Indonesia akhirnya angkat bicara menyikapi terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Respon yang datang tak sekadar ucapan selamat biasa. Ada beban harapan yang cukup besar di dalamnya, terutama soal perdamaian di kawasan yang terus memanas.
Lewat Juru Bicara II Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, Indonesia menyampaikan harapannya. Intinya, mereka berharap momen suksesi kepemimpinan ini bisa jadi pintu pembuka bagi stabilitas. "Tentu bagi Indonesia yang penting adalah bahwa ini dapat menciptakan semakin cepat terjadinya perdamaian," ujar Nabyl, suaranya terdengar jelas di antara bunyi rana kamera.
Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 13 Maret 2026. Bagi Nabyl, situasi di Timur Tengah saat ini memang memprihatinkan. Konflik terus berkembang, eskalasi makin menjadi. Karena itulah, fokus utama Indonesia sekarang adalah mendorong segala upaya diplomasi. Segala cara untuk meredakan ketegangan.
Di sisi lain, hubungan bilateral dengan Iran sendiri punya sejarah panjang. Nabyl tak lupa menyinggung hal ini. "Dari segi hubungan bilateral sendiri, Indonesia dengan Iran memiliki hubungan kerja sama yang cukup panjang, lebih dari 75 tahun," jelasnya. Kerja sama dan komunikasi antara kedua negara, kata dia, tetap merupakan bagian penting yang harus dijaga.
Namun begitu, semua itu tak boleh mengaburkan prioritas utama. Dalam konteks geopolitik yang pelik sekarang, arah kebijakan Indonesia harus tetap tajam. "Harapan kita adalah agar fokusnya kita bisa mengupayakan segera terjadinya perdamaian," tegas Nabyl sekali lagi, menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Abu Janda Diperintahkan Keluar Studio Usai Debat Sengit Soal Palestina
Polda Bali Luncurkan Website dan Command Center Cakrawasi untuk Awasi Warga Asing
Kakorlantas Ancam Tindak Tegas Truk Over Dimensi Selama Operasi Ketupat
Pemerintah Ingatkan Kolaborasi Daerah Kunci Cegah Ulangan Krisis Polusi Jakarta 2023