Trump Setujui Pencairan Aset Iran Rp428 Triliun, Klaim Pejabat Senior Teheran

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:15 WIB
Trump Setujui Pencairan Aset Iran Rp428 Triliun, Klaim Pejabat Senior Teheran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut telah menyetujui pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp428,64 triliun yang selama ini dibekukan. Meskipun demikian, klaim tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Gedung Putih. Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat senior Iran yang enggan disebutkan namanya, menambah ketegangan diplomatik yang telah berlangsung lama antara kedua negara.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Mohsen Rezaei, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam sebuah upacara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya. Dalam pidatonya yang dilaporkan oleh kantor berita Fars News Agency pada Jumat, Rezaei menyebut bahwa konflik yang baru-baru ini dialami Iran justru meningkatkan posisi negara itu di tingkat global. Menurutnya, pengalaman tersebut memperkuat kemampuan pencegahan Iran secara signifikan.

Rezaei bahkan mengeklaim bahwa kemampuan tersebut telah membuat Trump, yang ia sebut sebagai “penjudi”, kini merasa khawatir untuk bernegosiasi dengan Teheran. Ia menambahkan bahwa kebijakan Amerika Serikat semakin dipengaruhi oleh kepentingan Israel. Dalam pernyataannya yang keras, Rezaei menuduh lobi yang dilakukan dalam lingkaran pengambilan keputusan AS telah membuat negara itu pada praktiknya menjadi “koloni” dari rezim Zionis.

Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah dinamika diplomasi yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa nota kesepahaman yang diusulkan dengan Washington akan mengakhiri konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon. Ia juga menyebut bahwa kesepakatan tersebut dapat membuka jalan bagi perundingan mengenai pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini membebani Iran.

Sementara itu, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengungkapkan pada hari yang sama bahwa Washington berharap dapat menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dalam beberapa hari ke depan. Menurut pejabat tersebut, kesepakatan yang tengah dirundingkan juga diharapkan dapat mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran. Namun, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak yang mengonfirmasi rincian lebih lanjut mengenai isi perjanjian tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar