SOLO Kericuhan suporter yang memanas usai laga Persijap Jepara kontra Persis Solo pekan lalu, berujung pada sanksi berat. Komite Disiplin PSSI tak main-main, langsung menjatuhkan hukuman kepada Laskar Sambernyawa. Sanksinya mencakup larangan penonton untuk lima laga kandang, plus denda yang jumlahnya tak sedikit.
Semua berawal di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (5/3/2026) lalu. Laga yang berakhir 0-0 itu ternyata hanya ketenangan semu. Begitu pertandingan usai, situasi justru meledak. Gesekan antara suporter tuan rumah dan pendukung tamu tak terhindarkan. Keributan itu, menurut sejumlah saksi, tak cuma terjadi di tribun. Suasana makin kacau saat aksi saling serang berlanjut hingga ke luar stadion.
Akibatnya, sejumlah fasilitas di Gelora Bumi Kartini dilaporkan rusak. Dugaan sementara, kerusakan itu dilakukan oleh oknum suporter tim tamu. Insiden ini jelas mencoreng wajah kompetisi tertinggi di Indonesia. Makanya, respons cepat dari Komdis PSSI pun tak terelakkan.
Keputusan resmi mereka tertuang dalam surat bernomor 198-201/L1/SK/KD-PSSI/III/2026. Dan Persis Solo, melalui unggahan di media sosialnya, mengonfirmasi telah menerima salinan keputusan itu.
“PERSIS menerima salinan keputusan Komite Disiplin PSSI BRI Super League 2025/2026, terkait tanggung jawab klub terhadap tingkah laku buruk penonton pada laga Persijap vs PERSIS pada 5 Maret 2026,”
Begitu bunyi pernyataan resmi klub yang dirilis Sabtu (14/3/2026).
Lalu, apa saja bentuk hukumannya? Pertama, klub dilarang membawa penonton ke stadion untuk lima pertandingan kandang. Hukuman ini mulai berlaku sejak pekan ke-27 nanti. Selain itu, ada denda finansial yang harus dibayar totalnya mencapai Rp135 juta. Belum lagi kewajiban untuk menanggung biaya perbaikan fasilitas stadion yang rusak di Jepara.
Komdis juga memberikan peringatan keras. Intinya, jika ada pelanggaran serupa terulang, sanksi buat Persis Solo bisa jauh lebih berat.
Di sisi lain, manajemen Persis Solo tampaknya memilih sikap kooperatif. Mereka menyatakan menerima keputusan itu. Bahkan, klub berharap momen ini jadi pelajaran berharga, bukan cuma untuk mereka, tapi untuk semua pihak yang terlibat.
“Persis berharap, teguran dan sanksi dari Komite Disiplin ini menjadi momen pembelajaran bagi semua pihak agar lebih bertanggung jawab atas segala perilaku yang berpotensi merugikan klub,”
Harapannya sih sederhana: insiden seperti ini tidak terulang lagi ke depannya. Suporter bisa kembali menyemangati tim dengan cara yang sportif, tanpa kekerasan. Tapi, jalan menuju sana masih panjang. Larangan penonton untuk lima laga ke depan jelas akan terasa sunyi. Dan itu mungkin justru hukuman terberat bagi klub yang hidup dari dukungan fanatik pendukungnya.
Artikel Terkait
Herdman Coret Empat Pemain Andalan Shin Tae-yong dari TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Indonesia Gagal Total di Fase Grup Piala Thomas 2026, Ulangi Rekor Buruk 14 Tahun Lalu
Ducati Buru Solusi Aerodinamika Usai Marc Marquez Jatuh di MotoGP Spanyol
Enzo Fernandez Kembali ke Madrid, Chelsea Klaim Sudah Tahu Rencana Sang Gelandang