BMKG Prediksi Cuaca Bersahabat untuk Mudik Lebaran 2026 di Selat Sunda

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:15 WIB
BMKG Prediksi Cuaca Bersahabat untuk Mudik Lebaran 2026 di Selat Sunda

Cuaca di jalur mudik Lebaran 2026, khususnya di sekitar Selat Sunda, diprediksi bakal bersahabat. Begitulah kesimpulan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut kondisi perairan dan cuaca relatif kondusif. Kabar ini tentu melegakan bagi para pemudik yang akan menyeberang dari Merak ke Bakauheni atau sebaliknya.

Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, perjalanan darat menuju pelabuhan juga didukung kondisi cuaca yang cukup baik tahun ini.

"Insyaallah, kondisi cuaca tahun ini cukup mendukung untuk perjalanan darat," ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (14/3/2026).

Kalau kita lihat prediksinya lebih detail, curah hujan di Banten selama Maret dan April nanti bakal bervariasi. Wilayah utara diperkirakan dapat hujan dengan intensitas rendah sampai menengah. Nah, di sisi lain, kawasan selatan justru berpotensi diguyur hujan dengan kategori lebih tinggi, yakni menengah hingga tinggi. Namun begitu, memasuki bulan April, kondisi di sepanjang ruas tol diprediksi membaik dengan curah hujan yang kembali ke level rendah-menengah.

Lalu, bagaimana dengan lautnya? Selama Maret, tinggi gelombang di Selat Sunda diperkirakan hanya antara 0,5 hingga 2 meter saja angka yang masih sangat aman untuk kapal penyeberangan. Anginnya juga terbilang pelan, kecepatannya cuma sekitar 2 sampai 6 knot, jauh di bawah batas maksimal pelayaran yang mencapai 20 knot. Arus laut pun tak kalah bersahabat, berkisar 20-60 cm per detik, masih jauh dari ambang batas berbahaya di angka 120 cm per detik.

"Secara umum, gelombang, angin, dan arus masih kondusif untuk libur Lebaran tahun ini," kata Faisal.

Ia bahkan menyebutkan bahwa pada puncak periode mudik, yakni 15-17 Maret, laut diprediksi akan sangat tenang. Tinggi gelombangnya bahkan bisa kurang dari setengah meter.

Untuk memastikan semua berjalan lancar, BMKG tentu tidak tinggal diam. Pemantauan kondisi atmosfer dilakukan secara intensif. Informasi prakiraan cuaca maritim untuk tiga hari ke depan diperbarui tiap jam dan langsung disalurkan ke pihak-pihak terkait di pelabuhan, termasuk Kantor KSOP. Data yang diberikan mencakup banyak hal: suhu udara, kelembapan, arah angin, sampai tinggi gelombang di sekitar Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Meski begitu, Faisal menegaskan satu hal. Kewenangan untuk menghentikan operasi pelayaran sepenuhnya ada di tangan KSOP.

"BMKG bertugas menyuplai informasi, namun kewenangan untuk menghentikan pelayaran saat status mencapai level ‘Awas’ sepenuhnya berada di tangan KSOP," tuturnya.

Soal kesiapan teknis, BMKG mengklaim Banten termasuk wilayah yang didukung infrastruktur observasi cukup lengkap. Mereka punya sejumlah Automatic Weather Station (AWS) Maritim yang ditempatkan di Merak, Ciwandan, dan Bakauheni. Bahkan, alat serupa juga dipasang di beberapa kapal penyeberangan seperti KMP Legundi. Tak ketinggalan, radar maritim di Merak dan Cinangka yang bekerja 24 jam non-stop untuk memantau segala kemungkinan buruk, mulai dari cuaca ekstrem sampai potensi gempa.

Di akhir pesannya, Faisal mengimbau semua pihak, terutama masyarakat, untuk selalu mengupdate informasi.

"BMKG menghimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar