Cuaca di jalur mudik Lebaran 2026, khususnya di sekitar Selat Sunda, diprediksi bakal bersahabat. Begitulah kesimpulan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut kondisi perairan dan cuaca relatif kondusif. Kabar ini tentu melegakan bagi para pemudik yang akan menyeberang dari Merak ke Bakauheni atau sebaliknya.
Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, perjalanan darat menuju pelabuhan juga didukung kondisi cuaca yang cukup baik tahun ini.
"Insyaallah, kondisi cuaca tahun ini cukup mendukung untuk perjalanan darat," ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (14/3/2026).
Kalau kita lihat prediksinya lebih detail, curah hujan di Banten selama Maret dan April nanti bakal bervariasi. Wilayah utara diperkirakan dapat hujan dengan intensitas rendah sampai menengah. Nah, di sisi lain, kawasan selatan justru berpotensi diguyur hujan dengan kategori lebih tinggi, yakni menengah hingga tinggi. Namun begitu, memasuki bulan April, kondisi di sepanjang ruas tol diprediksi membaik dengan curah hujan yang kembali ke level rendah-menengah.
Lalu, bagaimana dengan lautnya? Selama Maret, tinggi gelombang di Selat Sunda diperkirakan hanya antara 0,5 hingga 2 meter saja angka yang masih sangat aman untuk kapal penyeberangan. Anginnya juga terbilang pelan, kecepatannya cuma sekitar 2 sampai 6 knot, jauh di bawah batas maksimal pelayaran yang mencapai 20 knot. Arus laut pun tak kalah bersahabat, berkisar 20-60 cm per detik, masih jauh dari ambang batas berbahaya di angka 120 cm per detik.
"Secara umum, gelombang, angin, dan arus masih kondusif untuk libur Lebaran tahun ini," kata Faisal.
Ia bahkan menyebutkan bahwa pada puncak periode mudik, yakni 15-17 Maret, laut diprediksi akan sangat tenang. Tinggi gelombangnya bahkan bisa kurang dari setengah meter.
Artikel Terkait
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat di Terminal Pulo Gebang
Ketegangan di Selat Hormuz Ancam 27% Perekonomian Global, APBN Indonesia Terbebani
Presiden Prabowo dan Seluruh Kabinet Serahkan Zakat Rp3,8 Miliar di Istana
Pasar Mobil Nasional Tumbuh 10%, Dominasi Astra Tergerus ke Bawah 50%