Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kesibukan terasa di mana-mana. Tak cuma di pasar atau tempat ibadah, tapi juga di balik layar jaringan telekomunikasi. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja mengonfirmasi, mereka sudah siaga penuh. Tujuannya satu: memastikan koneksi kita semua tetap lancar saat momen silaturahmi tiba.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan komitmen itu. "Seluruh ekosistem TelkomGroup berkomitmen untuk berkolaborasi dan menghadirkan konektivitas yang mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat," ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Dian, upaya ini penting agar momen berkumpul dengan keluarga, meski lewat layar, bisa tetap hangat dan tanpa kendala di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, dari pemerintah, Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail juga angkat bicara. Dalam arahannya, Ismail menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, operator seluler, dan semua pemangku kepentingan adalah kunci utama. Hanya dengan kerja sama itu, layanan komunikasi yang aman, stabil, dan berkualitas benar-benar bisa dinikmati masyarakat.
Lalu, seperti apa kesiapannya di lapangan? Rupanya, TelkomGroup sudah membuka posko khusus yang berjaga 24 jam penuh sejak 13 hingga 30 Maret 2026. Posko yang dinamai SIAGA RAFI ini jumlahnya mencapai 22 titik, terbagi dalam 9 posko utama dan 13 posko dari operating company.
Bayangkan, operasi besar ini didukung lebih dari 480 petugas di posko dan tidak kurang dari 13.200 petugas lapangan yang tersebar. Mereka semua disiagakan untuk menjaga stabilitas layanan dari Sabang sampai Merauke.
Semua koordinasi teknis dan operasional ini diatur oleh PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia. Perusahaan inilah yang bertugas mengelola infrastruktur konektivitas TelkomGroup, memastikan semua bagian bergerak seirama.
Nah, proyeksi kenaikan trafiknya sendiri cukup signifikan. Untuk fixed broadband, TelkomGroup memprediksi kenaikan sekitar 9,2 persen. Angkanya diperkirakan bisa menyentuh 30,3 Tbps. Lonjakan yang tidak main-main.
Namun begitu, mereka klaim sudah siap. Melalui InfraNexia, kapasitas jaringan yang disiapkan mencapai 60,7 Tbps angka yang jauh di atas proyeksi. Dengan buffer sebesar itu, infrastruktur diharapkan mampu mengakomodasi puncak trafik tanpa mengurangi keandalan layanan.
Bagaimana dengan jaringan seluler? Di sisi mobile broadband, puncak payload nasional diproyeksikan naik sekitar 11,1 persen dibanding hari biasa, menjadi sekitar 70,85 PB. Untuk mengantisipasinya, kesiapan jaringan juga diperkuat. Lebih dari 229 ribu BTS telah disiapkan, dengan cakupan yang diklaim menjangkau 97 persen wilayah Indonesia.
Jadi, saat nanti kita semua saling mengucap selamat lewat video call, atau membagikan momen takbir, ada ribuan orang yang bekerja keras di belakangnya. Mereka memastikan setiap pesan dan ucapan kita tersampaikan tanpa terputus.
Artikel Terkait
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kembali Desak Komisi III DPR Gelar RDPU soal Kasus Ijazah Jokowi
Anggaran Keselamatan KAI Dipertanyakan Usai Kecelakaan di Bekasi Timur, Pakar: Publik Berhak Tahu Alokasi Dana Proteksi
Okupansi Whoosh dan LRT Jabodebek Melonjak Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi
Asisten Masinis Curiga Sinyal Eror Sesaat Sebelum KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, 15 Tewas