Lalu, apa yang dilakukan OJK? Mereka memastikan terus menjaga stabilitas pasar. Caranya, antara lain dengan mendorong peningkatan porsi saham beredar di publik atau free float. Basis investor domestik juga mau diperkuat.
Komunikasi dengan MSCI sendiri terus dijalin secara intensif. Tujuannya, menyampaikan perkembangan reformasi yang sudah jalan. OJK cukup optimis. Tekanan jangka pendek akibat rebalancing mungkin ada, tapi dalam pandangan menengah-panjang, reformasi ini justru akan tingkatkan kepercayaan investor.
Jadi, intinya, OJK melihat ini sebagai fase transisi. Ada gejolak kecil di awal, tapi prospek jangka panjangnya tetap dijaga positif. Daya saing pasar modal Indonesia di mata global, itulah target utamanya.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026
Saham ESIP Melonjak 25%, Ini Profil Emiten Kemasan Plastik