Ningbo, Tiongkok – Suasana di Ningbo Olympic Sports Center mulai terasa hangat. Dalam hitungan hari, arena ini akan jadi ajang pertarungan para raket terbaik Asia. Tim bulutangkis Indonesia pun sudah siap tempur di Kejuaraan Asia (BAC) 2026 yang digelar 7–12 April mendatang.
Bagi sejumlah pemain muda, ini adalah panggung besar. Momentum untuk menunjukkan kualitas dan menancapkan nama di level tertinggi benua Asia.
Devin Artha Wahyudi dan Ali Fathir Rayhan, misalnya. Pasangan ganda putra ini tak menyembunyikan antusiasmenya. Mereka akan menjalani debut di turnamen bergengsi ini.
Namun begitu, semangat itu dibarengi kesadaran. Level BAC setara Super 1000, jauh berbeda dengan turnamen level bawah. Tantangannya jelas lebih berat.
Di babak pertama, mereka masih menunggu lawan dari jalur kualifikasi. Tapi fokus utama mereka bukan pada siapa yang akan dihadapi, melainkan pada diri sendiri.
Adaptasi terhadap kondisi lapangan, kata mereka, berjalan cukup mulus setelah menjajal arena dalam sesi latihan resmi.
Di sisi lain, kabar kurang menggembirakan datang dari sektor ganda putri. Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine terpaksa mundur karena masalah kesehatan. Keputusan ini tentu sedikit mengurangi kekuatan tim Merah Putih.
Artikel Terkait
Kemensos Terapkan Moratorium Total Perjalanan Dinas ke Luar Negeri
Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat untuk Tekan Biaya Maskapai
Ketua Banggar DPR Usulkan Verifikasi Sidik Jari untuk Penerima Subsidi LPG 3 Kg
Petugas DKI Gunakan Foto AI untuk Tanggapi Laporan Warga, Terancam Sanksi