Bea Cukai Tanjung Emas Hibahkan Satu Kontainer Meja dan Kursi ke Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang

- Rabu, 27 Mei 2026 | 04:30 WIB
Bea Cukai Tanjung Emas Hibahkan Satu Kontainer Meja dan Kursi ke Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang

Bea Cukai Tanjung Emas menyerahkan hibah satu kontainer berisi perlengkapan pendidikan kepada Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang, sebuah langkah yang tidak hanya memindahkan aset negara, tetapi juga menjadi wujud dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Prosesi penyerahan yang berlangsung pada Kamis (21/5) itu melibatkan 69 unit meja dan 374 unit kursi yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Khoirul Hadziq, menjelaskan bahwa hibah ini merupakan hasil optimalisasi penyelesaian barang eks-kepabeanan yang telah ditetapkan sebagai barang milik negara (BMMN). Penetapan tersebut didasarkan pada Keputusan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas nomor KEP-275/KBC.1001/2026.

"Hibah satu kontainer sarana belajar ini bukan sekadar pemindahtanganan aset, melainkan bentuk dukungan konkret Bea Cukai terhadap program Asta Cita Presiden dalam memperkuat kualitas pendidikan agar generasi muda kita mampu bersaing secara global," ujar Khoirul.

Proses hibah ini bermula dari adanya perjanjian hibah atau gift agreement tertanggal 10 Oktober 2025 yang diajukan oleh Colruyt Food Retail NV Belgia. Perusahaan tersebut bermaksud memberikan bantuan pendidikan kepada Yayasan Pendidikan Setiabudhi. Bea Cukai Tanjung Emas kemudian menindaklanjuti permohonan itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92 Tahun 2025 tentang Penyelesaian terhadap Barang yang Menjadi Milik Negara.

Setelah melalui proses verifikasi, Menteri Keuangan melalui Kepala KPKNL Semarang memberikan persetujuan dengan surat nomor S-176/MK/KNL.0901/2026. Dalam surat tersebut, barang-barang yang akan dihibahkan dinyatakan dalam kondisi baik dan secara prinsip disetujui untuk disalurkan dengan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Seluruh sarana belajar yang diterima, yakni 69 meja dan 374 kursi, akan dialokasikan untuk SMK Setiabudhi Green School yang berlokasi di Gunungpati, Semarang. Sekolah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Setiabudhi, sebuah lembaga sosial pendidikan formal yang telah berdiri sejak 1994 dan menyelenggarakan pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Khoirul menegaskan bahwa sinergi antara pelayanan melalui hibah dan pengawasan yang ketat diharapkan dapat menjaga iklim perdagangan yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. "Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan setiap aset negara, termasuk melalui hibah satu kontainer ini, demi kemaslahatan masyarakat luas dan mencetak generasi unggul yang siap bersaing," pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar