Di sisi lain, basis investor domestik juga akan diperkuat. OJK mengajak investor ritel, dana pensiun, hingga perusahaan asuransi untuk lebih aktif. Tujuannya jelas: agar permintaan di pasar saham tetap seimbang dan tidak bergantung sepenuhnya pada dana asing yang bisa datang dan pergi sewaktu-waktu.
“Penguatan dari sisi demand ini penting,” tegas Hasan.
Komunikasi dengan MSCI juga terus dijalin. OJK ingin memastikan pihak penyedia indeks itu tahu perkembangan reformasi yang sudah dijalankan. Hingga awal April 2026, disebutkan empat proposal utama untuk MSCI sudah rampung diimplementasikan.
Soal stabilitas pasar, OJK memastikan akan mengoptimalkan semua instrumen pengawasan yang ada. Pemantauan akan dilakukan ketat, dan mereka siap mengambil kebijakan tambahan jika situasi benar-benar memerlukan.
Hasan menegaskan, reformasi ini bukan cuma omong kosong. Implementasinya sudah berjalan bertahap sejak awal tahun 2026.
“Fokus kami adalah membangun pasar yang transparan, likuid, dan kredibel. Pasar yang mampu tumbuh berkelanjutan,” kata dia.
Ia juga merinci lagi dampak jangka pendek yang mungkin terjadi. “Penyesuaian portofolio oleh investor, tekanan jual sementara, potensi outflow di masa awal rebalancing, serta volatilitas yang naik untuk sementara waktu. Itu semua mungkin terjadi,” papar Hasan.
Artikel Terkait
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026
OJK: Potensi Penurunan Bobot Saham di MSCI Hanya Dampak Sementara
Saham ESIP Melonjak 25%, Ini Profil Emiten Kemasan Plastik