"Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui 8 stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan perseroan," jelas Emin, sapaan akrabnya, melalui keterangan resmi Jumat lalu.
"Di tahun ini, perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perseroan," tambahnya.
Upaya itu rupanya membuahkan hasil di sisi piutang. Nilainya merosot 29,2 persen menjadi Rp1,89 triliun di akhir 2025. Sebuah kemajuan.
Lebih lanjut, Emin meyakini langkah transformasi ini butuh dukungan banyak pihak. Mulai dari pemegang saham, kreditur, hingga mitra kerja. Untuk itu, WIKA akan terus berkomunikasi intensif dengan pemegang saham mayoritas, PT Danantara Asset Management, dan tentu saja dengan seluruh kreditur. Tujuannya satu: mendapatkan dukungan penuh untuk rencana penyehatan perusahaan.
Jalan masih panjang. Tapi setidaknya, langkah awal untuk memperkuat neraca sudah dimulai.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168
WOM Finance Bagikan Dividen Rp46 Miliar, Cair Awal Mei 2026