Petani Perkuat Pasokan Sayur Jelang Ramadan di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem

- Senin, 23 Februari 2026 | 06:50 WIB
Petani Perkuat Pasokan Sayur Jelang Ramadan di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem

MURIANETWORK.COM - Petani sayuran di berbagai sentra produksi tengah bersiap memastikan ketersediaan pasokan pangan segar selama Ramadan hingga Idulfitri. Persiapan ini dilakukan di tengah tantangan cuaca ekstrem dan dinamika pasar yang kompleks, menyoroti ketahanan sistem pangan nasional yang bergantung pada kerja keras para pelaku di hulu.

Peringatan Dini dari BPS dan Tantangan Sistemik

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengeluarkan peringatan dini sejak awal Januari 2026 mengenai sejumlah komoditas pangan, termasuk cabai rawit, yang berpotensi memicu inflasi. Peringatan ini disampaikan menyambut periode Ramadan yang permintaannya selalu meningkat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menekankan pentingnya antisipasi sejak dini. "Komoditas ini mungkin dapat kita segera antisipasi, karena kita sudah mulai memasuki bulan Ramadan, di bulan depan ini," jelasnya dalam sebuah rapat koordinasi yang disiarkan secara daring.

Di balik upaya menjaga pasokan, petani menghadapi kenyataan lapangan yang tidak mudah. Curah hujan tinggi belakangan ini tidak hanya memicu serangan penyakit pada tanaman, tetapi juga membatasi waktu kerja di lahan, menambah daftar hambatan yang harus diatasi.

Peran Sentral Petani dan Perlunya Inovasi

Pakta dari kalangan akademisi menegaskan posisi strategis petani. Pakar Pertanian IPB University, Bayu Krisnamurti, menyatakan bahwa petani memegang peran sentral dalam penyediaan pangan segar. “Tanpa produksi dari petani, tidak akan ada pangan,” ungkapnya.

Namun, menurut Bayu, sistem pangan Indonesia menghadapi tantangan struktural yang berat, mulai dari krisis iklim, degradasi lahan, hingga minimnya infrastruktur pendukung seperti rantai dingin dan gudang penyimpanan. Tantangan-tantangan ini, lanjutnya, memerlukan solusi sistemik berbasis ilmu pengetahuan.

“Inovasi berbasis riset menjadi sangat penting, bahkan kritikal, untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut,” tegas Bayu. Inovasi di bidang perbenihan, seperti benih yang tahan kondisi ekstrem, disebutkannya sebagai salah satu kunci utama untuk menjaga keberlanjutan usaha tani di masa depan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar