Turap Jalan Raya Lenteng Agung Dibobol untuk Lancarkan Aliran Air yang Terhambat Akibat Amblas

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:25 WIB
Turap Jalan Raya Lenteng Agung Dibobol untuk Lancarkan Aliran Air yang Terhambat Akibat Amblas

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan mulai membobol turap air di sisi kiri area jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (30/5/2026) sore. Langkah ini diambil agar aliran air yang sempat terhambat dapat kembali mengalir dengan lancar dan tidak memperparah kerusakan infrastruktur di lokasi.

Proses pembobolan dinding turap tersebut dilakukan menggunakan satu unit excavator sejak pukul 16.30 WIB hingga sekitar pukul 17.50 WIB. Sebelum pembobolan dimulai, aliran air yang melaju deras telah mengikis fondasi material di sekitarnya, bahkan salah satu tiang internet terlihat sedikit amblas meski masih tertahan. Setelah dinding dibobol, bagian bawah area kiri jalan menjadi tampak jelas, memperlihatkan sejumlah kabel listrik, kabel internet, serta material tembok dan tanah yang sebelumnya tertutup.

Bersamaan dengan pengerjaan itu, petugas PT PLN terlihat memeriksa aliran listrik pada kabel bertegangan tinggi di lokasi menggunakan tracer listrik berukuran besar berwarna hitam. Sementara itu, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polisi Lalu Lintas (Polantas) turun tangan mengatur arus lalu lintas. Meskipun proses pengerjaan masih berlangsung, ruas jalan tersebut masih dapat dilalui kendaraan dengan kecepatan rendah.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, menjelaskan bahwa aliran air deras yang terlihat di bawah jalan amblas berasal dari air yang sempat tertahan di bagian hulu. Menurutnya, kerusakan jalan yang terjadi sebelumnya membuat aliran air menumpuk di bagian atas saluran. Setelah dilakukan perbaikan di bagian hilir, air mulai mengalir kembali.

“Sebelum semalam dikerjakan, yang pasca-kerusakan kemarin ya, kan memang hole-nya gede kan awalnya. Tadi kan amblas separuh itu, nah itu memang air ngalir kan, tertahan air. Karena kemarin ambles itu, akhirnya airnya ketahan ke atas. Akhirnya ngantre-lah di atas gitu ya, airnya ngantre di atas,” kata Sartono saat dihubungi, Sabtu (30/5/2026).

Ia menambahkan, kondisi arus yang tampak kuat di ujung lubang dipicu oleh penggantian material saluran menggunakan box culvert. Namun, karena pengerjaan belum rampung sepenuhnya, arus yang keluar menjadi lebih kencang dari biasanya. Petugas pun terus memantau situasi sambil memastikan proses perbaikan berjalan aman dan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar