Para pemegang saham WOM Finance (WOMF) bisa sedikit lebih lega. Perusahaan pembiayaan itu baru saja memutuskan untuk membagikan dividen tunai, dan dananya dijadwalkan masuk ke rekening investor awal Mei 2026 mendatang. Kabar baik ini tentu jadi angin segar.
Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar Senin lalu (30/3/2026) akhirnya menyepakati besaran bagi hasil tersebut. Totalnya mencapai Rp46 miliar, yang diambil dari laba bersih 2025 sebesar Rp142,6 miliar. Kalau dirinci per saham, nilainya sekitar Rp12,28.
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, tak lupa menyampaikan terima kasih. Menurutnya, capaian ini patut diapresiasi mengingat persaingan di pasar yang makin ketat.
“Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang cukup menantang, perseroan berhasil membukukan kinerja yang solid dan secara konsisten membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham,” ujar Djaja.
Di sisi lain, meski bagi hasilnya tetap ada, besaran tahun ini ternyata lebih kecil ketimbang tahun sebelumnya. Untuk 2024, dividen yang dibagikan mencapai Rp22,66 per saham artinya ada penurunan hampir separuhnya. Hal ini nggak lepas dari tekanan pada laba bersih perusahaan yang memang menurun dibanding tahun sebelumnya.
Soal kinerja operasional, WOM Finance sebenarnya masih menunjukkan geliat. Hingga akhir Desember 2025, penyaluran pembiayaan baru mereka tumbuh 9,35% menjadi Rp5,94 triliun. Aset perusahaan pun ikut membesar 6,08% menjadi Rp7,37 triliun.
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, memaparkan lebih detail. Ia menekankan bahwa di balik ekspansi tersebut, perusahaan tetap menjaga kualitas portofolio dengan ketat.
“Pencapaian tersebut menunjukkan pengelolaan risiko yang prudent serta penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten di tengah dinamika dan persaingan ketat di industri pembiayaan Indonesia,” kata Lisa.
Rasio kredit bermasalah (NPF) gross mereka bertengger di 2,17%, sementara NPF net hanya 0,95%. Angka yang relatif terjaga, sih.
Nah, buat yang mau catat, ini jadwal penting pembagian dividen WOMF: Cum date di pasar reguler jatuh pada 8 April 2026, ex date-nya sehari setelahnya. Sedangkan untuk pasar tunai, cum date-nya 10 April dan ex date-nya 13 April. Pembayaran dividennya sendiri baru akan dilakukan pada 4 Mei 2026. Jadi, tunggu saja dananya mengalir.
Artikel Terkait
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Fiskal Domestik dan Ketidakpastian Moneter Global
KWT Mawar 8 di Tangerang Jaga Kualitas Sayur Hidroponik, Utamakan Mutu Dibanding Volume Panen
IHSG Terkoreksi 0,56% dalam Sepekan, Aksi Jual Asing dan Rebalancing MSCI Tekan Saham Bank Besar