Menurut Litta, angka-angka itu adalah bukti nyata dari transformasi bisnis yang mereka jalankan dengan konsisten. Strateginya berpusat pada penguatan layanan, efisiensi berkelanjutan, dan manajemen risiko yang ketat terutama di tengat dinamika industri energi yang tak pernah stabil.
Kinerja itu ditopang oleh portofolio bisnis yang terintegrasi, mencakup Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas. Sepanjang 2025, segmen Distribusi dan Logistik Energi jadi penyumbang terbesar, sekitar 60 persen dari total pendapatan. Disusul Jasa Hulu Migas (28%) dan Jasa Penunjang Migas (12%).
Komposisi ini, bagi Litta, bukan cuma angka biasa.
Jadi, lonjakan harga saham itu rupanya punya cerita panjang di baliknya. Bukan sekadar gejolak sesaat di pasar modal.
Artikel Terkait
Harga Emas Anjlok 1,16% Imbas Dolar dan Imbal Hasil AS Menguat
Harga Minyak Meroket Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah
Wall Street Anjlok Diterpa Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah
Analis Prediksi IHSG Alami Tekanan Jual Jelang Akhir Pekan