Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri di Babak 16 Besar All England

- Jumat, 06 Maret 2026 | 09:15 WIB
Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri di Babak 16 Besar All England

BIRMINGHAM – Sensasi! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kemenangan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin di All England 2026. Pasangan Indonesia ini berhasil menyingkirkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam laga sengit babak 16 besar. Pertandingan tiga gim yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, itu berakhir dengan skor 8-21, 21-14, dan 21-16 untuk kemenangan Raymond/Joaquin.

Gim pertama benar-benar tak sesuai rencana. Raymond dan Joaquin tampak kesulitan, kalah jauh dari permainan cepat dan dominan Fajar/Fikri. Ternyata, ada masalah adaptasi.

“Puji Tuhan permainan berjalan lancar dan masih diberikan kemenangan,” ujar Raymond Indra usai laga.

“Di gim pertama kami terlambat antisipasi kondisi lapangan. Cukup berbeda dengan pertandingan pertama yang masih ada angin di lapangan, kali ini tidak ada angin sama sekali,” jelasnya.

Menurut Joaquin, kekalahan di awal pertandingan terjadi karena mereka kalah di pertukaran bola pertama dan kedua. Keunggulan Fajar/Fikri di depan net sangat terasa.

“Mereka punya kemampuan luar biasa di depan net,” akunya.

Namun begitu, segalanya berubah di gim kedua. Mereka tak mau terjebak lagi. Strategi diubah total: bola dijauhkan dari net, permainan dipaksa jadi rally yang lebih panjang. Taktik itu bekerja. Mereka berhasil menyamakan kedudukan dan membawa laga ke gim penentuan.

Gim ketiga pun tak kalah menegangkan. Meski sempat unggul, tekanan dari lawan yang berusaha mengejar terasa kuat. Kunci kemenangan ada di mental.

“Di gim ketiga kami yang sudah unggul sempat mau terkejar tapi kami meyakinkan diri terus bahwa kami bisa,” kata Joaquin tentang momen krusial itu.

Dengan kemenangan dramatis ini, jalan mereka belum selesai. Tantangan berikutnya jauh lebih berat: menghadapi unggulan asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, di babak perempat final.

Joaquin menyebut, fokus utama saat ini justru bukan langsung membongkar rekaman permainan lawan. Persiapan dimulai dari hal paling mendasar.

“Di perempat final akan bertemu Liang Wei Keng/Wang Chang tapi sebelum ke sana kami mau mulai persiapan dari diri kami sendiri dulu hari ini. Makan enak, tidur yang nyenyak,” tuturnya dengan santai.

Setelah urusan fisik dan mental itu terpenuhi, barulah tim akan bergerak ke analisis teknis. Mereka akan duduk bersama pelatih, menonton video, dan merancang strategi.

“Kalau dari non-teknisnya kami harus meyakinkan diri bahwa kami sama-sama punya peluang untuk menang. Kami harus maksimalkan kesempatan ini,” pungkas Joaquin penuh keyakinan.

Perjalanan mereka di Birmingham masih berlanjut. Satu langkah historis telah diambil, dan satu ujian besar menanti di depan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar