Harga saham Elnusa (ELSA) benar-benar melesat. Per 3 Maret 2026, catatannya, kenaikannya mencapai 134 persen dibanding posisi setahun sebelumnya. Ini bukan kenaikan biasa. Bahkan, sejak awal tahun 2026 saja, sahamnya sudah naik 89 persen. Puncaknya terjadi sehari sebelumnya, tepatnya pada 2 Maret, saat ELSA menyentuh level Rp1.050. Itu adalah rekor tertinggi sejak perusahaan ini melantai di bursa pada 2008 lalu.
Di tengah euforia pasar itu, Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Litta Ariesca, angkat bicara. Dalam sebuah Media Meeting di Jakarta, Kamis (5/3), dia menyoroti arti penting dari kepercayaan investor.
Memang, pergerakan sahamnya hari itu cukup dinamis. Pada 3 Maret, ELSA dibuka menguat di level Rp1.000 dan sempat mencatatkan harga tertinggi intraday Rp1.010. Namun begitu, sesi perdagangan ditutup dengan sedikit koreksi di angka Rp940. Meski demikian, secara keseluruhan trennya tetap bullish. Kapitalisasi pasarnya pun kini menggelembung hingga sekitar Rp6,8 triliun.
Litta mengakui, beberapa tahun belakangan ini adalah fase krusial bagi Elnusa. Perusahaan ini gencar melakukan transformasi, dengan fokus utama pada penguatan fundamental. Mereka berusaha meningkatkan efisiensi operasional dan tentu saja, kapabilitas teknologi.
Pernyataannya itu bukannya tanpa dasar. Sepanjang tahun buku 2025, Elnusa membukukan kinerja yang cukup impresif. Pendapatan usahanya meroket ke angka Rp14,5 triliun, tumbuh sekitar 8 persen dari tahun sebelumnya. Yang tak kalah penting, pertumbuhan pendapatan itu diiringi oleh profitabilitas yang solid. Mereka mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan laba bersih mencapai Rp718 miliar.
Artikel Terkait
Harga Emas Anjlok 1,16% Imbas Dolar dan Imbal Hasil AS Menguat
Harga Minyak Meroket Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah
Wall Street Anjlok Diterpa Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah
Analis Prediksi IHSG Alami Tekanan Jual Jelang Akhir Pekan