Analis Prediksi IHSG Alami Tekanan Jual Jelang Akhir Pekan

- Jumat, 06 Maret 2026 | 05:30 WIB
Analis Prediksi IHSG Alami Tekanan Jual Jelang Akhir Pekan

Perdagangan saham jelang akhir pekan ini tampaknya akan diwarnai koreksi. Setelah sempat melonjak 1,76 persen ke level 7.710 kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami tekanan jual pada Jumat, 6 Maret 2026. Analis dari MNC Sekuritas mengingatkan investor untuk bersiap.

"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah. Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya,"

Begitu bunyi riset mereka yang dirilis pagi ini. Meski kemarin penguatan disertai volume beli yang menggembirakan, sentimen hari ini berbalik. Analisis teknikal menunjukkan, level support terdekat ada di 7.311 dan 7.391. Sementara itu, untuk bisa kembali berjaya, IHSG harus menembus resistance di 7.934 dan 8.154.

Nah, di tengah kondisi yang bergejolak ini, MNC Sekuritas punya beberapa rekomendasi saham pilihan. Simak baik-baik.

ARCI - Spec Buy
Saham ARCI ditutup sedikit menguat di Rp1.785, tapi jangan terkecoh. Tekanan jual masih mendominasi. Analis bilang, selama harga bisa bertahan di atas level stoploss Rp1.725, saham ini dianggap sedang memulai gelombang naik (v). Rekomendasi beli di kisaran Rp1.750-Rp1.785 dengan target Rp1.935 dan Rp2.160. Waspadai jika tembus di bawah Rp1.725.

CDIA - Buy on Weakness
Untuk CDIA, strateginya adalah beli saat melemah. Saham ini ditutup di Rp895 dengan tekanan jual yang masih kuat. Posisinya diperkirakan sedang dalam gelombang (5) dari wave {C}. Tunggu peluang di area Rp725-Rp865. Targetnya cukup menjanjikan: Rp975 dan Rp1.245. Stop loss-nya di bawah Rp690.

INCO - Spec Buy
INCO kemarin justru terkoreksi 2,32% ke Rp6.325. Tekanan jual masih ada, dan posisinya diduga sedang dalam gelombang koreksi [a] dari wave 2. Tapi, ini justru dianggap sebagai peluang untuk spekulasi beli. Entry point disarankan di Rp6.075-Rp6.325, dengan target Rp6.500 dan Rp7.000. Hati-hati jika jatuh di bawah Rp5.950.

NICL - Buy on Weakness
Berbeda dengan lainnya, NICL malah melesat 8,72% ke Rp1.060 dengan volume beli yang solid. Momentumnya tampak kuat. Selama harga bisa bertahan di atas Rp955, saham ini diyakini sedang di awal gelombang A dari wave (B). Rekomendasinya adalah beli saat ada pelemahan ke kisaran Rp995-Rp1.035. Target harga ada di Rp1.110 dan Rp1.205.

Begitulah kira-kira peta perdagangan hari ini. Semua prediksi tentu punya risikonya sendiri. Jadi, bijaklah dalam mengambil keputusan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar