Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Pyongyang Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Status Nuklir

- Minggu, 07 Juni 2026 | 07:20 WIB
Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Pyongyang Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Status Nuklir

Presiden China, Xi Jinping, dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara dalam waktu dekat. Namun, menjelang pertemuan puncak tersebut, Pyongyang justru menegaskan sikapnya yang tidak akan pernah meninggalkan status sebagai negara bersenjata nuklir. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Kim Yo Jong, saudara perempuan sekaligus orang kepercayaan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Melalui pernyataan yang dikutip dari kantor berita pemerintah KCNA pada Kamis lalu, Kim Yo Jong memperingatkan bahwa negaranya tidak akan menoleransi segala bentuk ancaman. Ia secara khusus membantah klaim Amerika Serikat yang menyebut bahwa Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump telah menyepakati tujuan denuklirisasi dalam pertemuan puncak mereka pada Mei lalu. Menurut Kim Yo Jong, klaim tersebut "tidak benar" dan Korea Utara memiliki "informasi paling akurat" mengenai isu tersebut.

"Kebijakan untuk terus memperkuat kemampuan penangkalan perang nuklir demi pertahanan diri, sebagaimana dinyatakan oleh kepala negara, merupakan keputusan final dan tidak dapat dibatalkan yang harus dijalankan tanpa syarat," ujar Kim Yo Jong dalam pernyataannya.

Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Juni. Ini akan menjadi kunjungan pertamanya ke negara tersebut dalam hampir tujuh tahun terakhir. Beijing saat ini tengah berupaya memperkuat kembali hubungan dengan Pyongyang, satu-satunya sekutu formal China yang terikat perjanjian bilateral.

Sementara itu, pada awal pekan ini, Korea Utara memperkenalkan fasilitas baru produksi material nuklir. Dalam kesempatan tersebut, Kim Jong Un menyerukan perluasan persenjataan nuklir secara "eksponensial". Para analis menilai langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat posisi tawar Korea Utara menjelang pertemuan dengan Xi Jinping, tetapi juga menjadi dalih untuk mempercepat pembangunan kekuatan nuklirnya.

Di sisi lain, ambisi militer Korea Utara tidak berhenti pada sektor nuklir. Kim Jong Un baru-baru ini mengunjungi sebuah pabrik amunisi besar dan memerintahkan peningkatan kapasitas produksi rudal negara itu sebesar 2,5 kali lipat dalam lima tahun ke depan. Perintah ini dilaporkan oleh Kantor Berita Yonhap pada Minggu, mengutip surat kabar pemerintah Korea Utara, The Rodong Sinmun.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar