“Pulau Sampah” Muncul di Muara Angke, 8,8 Ton Sampah Berhasil Diangkut dalam Empat Hari

- Minggu, 07 Juni 2026 | 07:15 WIB
“Pulau Sampah” Muncul di Muara Angke, 8,8 Ton Sampah Berhasil Diangkut dalam Empat Hari

Persoalan kebersihan kembali menghantui ibu kota setelah kemunculan fenomena “pulau sampah” di perairan Muara Angke, Jakarta Utara. Tumpukan sampah yang membentuk gundukan menyerupai daratan itu diduga terbawa arus dari kawasan hulu hingga akhirnya terakumulasi di pesisir pantai utara Jakarta. Kemunculan hamparan sampah tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial pada Kamis (4/6). Titik lokasi tumpukan berada sekitar 600 hingga 700 meter dari garis pantai.

Berdasarkan temuan awal di lapangan, sampah-sampah itu terbawa oleh aliran sungai dan arus laut, kemudian menumpuk dan menjulang di permukaan pesisir sehingga menyerupai daratan. Petugas gabungan segera dikerahkan untuk membersihkan tumpukan tersebut dengan cara dikeruk. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa fenomena serupa terjadi akibat sedimentasi di kawasan Muara Angke. “Sedangkan yang di Muara Angke yang kemudian terjadi pulau sampah karena sedimentasi,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat (5/6).

Proses pembersihan telah berlangsung sejak 2 hingga 5 Juni 2026. Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, merinci volume sampah yang berhasil diangkut setiap harinya. Pada hari pertama, sebanyak 0,88 ton sampah terangkat. Angka itu meningkat menjadi 1,76 ton pada hari kedua, lalu melonjak menjadi 3,52 ton pada hari ketiga, dan mencapai 2,64 ton pada hari keempat. “Hasil penanganan sampah di endapan Muara Kali Adem,” kata Lukman saat dihubungi wartawan, Jumat (5/6).

Secara keseluruhan, sebanyak 8,8 ton sampah telah berhasil diangkut selama empat hari masa pembersihan. “Iya (total 8,8 ton),” ucapnya menegaskan. Penanganan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan mengatasi persoalan sampah yang kerap muncul di wilayah pesisir Jakarta, terutama saat musim hujan dan arus laut membawa kiriman limbah dari daerah hulu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar