Lembaga Dana Pensiun Bank Jateng lagi-lagi melepas saham Adbinsure. Gerakannya ini menarik perhatian, apalagi dilakukan jelang aksi rights issue yang sudah diumumkan perusahaan asuransi digital itu.
Data dari KSEI per Minggu (25/1/2026) mencatat, Dapen Bank Jateng sudah mulai jual saham YOII sejak awal tahun. Transaksi terbaru terjadi pada 22 Januari lalu. Kala itu, mereka melepas 42,1 juta lembar saham dengan harga Rp141 per saham. Hasilnya? Dana kotor yang masuk sekitar Rp5,9 miliar, belum dipotong pajak dan komisi.
Karena aksi jual ini, porsi kepemilikan mereka pun menyusut. Kini, Dapen Bank Jateng hanya memegang sekitar 248,3 juta saham, atau setara 7,25% dari total modal Adbinsure. Padahal, posisi akhir tahun 2025 lalu jauh lebih besar: 314,2 juta saham atau 9,17%. Artinya, dalam sebulan ini saja, mereka telah melepas sekitar 66 juta saham.
Lantas, apa yang mendorong aksi divestasi ini? Latar belakangnya adalah rencana rights issue yang digelar Adbinsure. Perusahaan butuh modal segar, dan rights issue itu adalah jalannya.
Artikel Terkait
BULOG Tegaskan 7% Bukan Keuntungan, Tapi Kompensasi Negara
Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Terancam Guncang
WIKA Beton Pacu Pembangunan MRT Jakarta, Realisasi Fase 2A Lampaui Target
Waspada Banjir, PLN Imbau Masyarakat Matikan Listrik Saat Air Mulai Masuk Rumah