Prabowo Diharapkan Buka Puncak Hari Antikorupsi Sedunia di Jogja

- Rabu, 03 Desember 2025 | 20:00 WIB
Prabowo Diharapkan Buka Puncak Hari Antikorupsi Sedunia di Jogja

Yogyakarta bakal jadi tuan rumah peringatan puncak Hari Antikorupsi Se-Dunia tahun depan. Acara bertajuk Hakordia 2025 itu rencananya digelar dari tanggal 6 hingga 9 Desember. Dan siapa yang diharapkan hadir membuka acara utama? Presiden Prabowo Subianto.

Harapan itu disampaikan langsung oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Rabu sore kemarin. Menurutnya, tema Hakordia tahun depan, "Satukan Aksi, Basmi Korupsi", sejalan banget dengan semangat presiden sekarang. Apalagi, kata Setyo, semangat itu tercantum jelas dalam Asta Cita yang ketujuh.

"Acara utama atau main event kami harapkan dapat dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia," ujar Setyo.

Ia menjelaskan, undangan resmi sudah dikirim. Koordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara juga sudah dilakukan. Tinggal menunggu konfirmasi saja.

"Nah, karena waktunya masih ada beberapa hari ke depan, tentu nanti akan ada update informasi terkait kehadiran beliau. Tapi sekali lagi, kehadiran beliau sangat kami harapkan," jelasnya lagi.

Soal persiapan, KPK ternyata sudah lebih dulu bergerak. Beberapa waktu lalu, mereka sudah menyebarkan Surat Edaran ke seluruh kementerian, lembaga, pemda, hingga BUMN dan BUMD. Intinya, mengajak semua pihak untuk ikut menyemarakkan Hakordia dengan program antikorupsi di tempat masing-masing. Peran Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas diharapkan bisa maksimal.

Selain pembukaan oleh presiden, acara puncak di Yogyakarta nanti juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya. Beberapa program antikorupsi nasional akan diluncurkan, dan yang tak kalah penting, hasil Survei Penilaian Integritas atau SPI untuk tahun 2025 akan diumumkan ke publik.

Lalu, bagaimana dengan mantan presiden? Apakah mereka juga diundang?

Pertanyaan ini dijawab lugas oleh Setyo. Menurutnya, undangan disesuaikan strictly dengan kegiatan. Untuk mantan presiden, termasuk Joko Widodo alias Jokowi, tampaknya tidak masuk dalam daftar.

"Sudah tidak ada undangan yang diberikan kepada beliau (Jokowi)," pungkas Setyo.

Jadi, fokusnya jelas pada presiden petahana. Kehadiran Prabowo di Yogyakarta nanti, jika terwujud, tentu akan memberi pesan kuat tentang komitmen pemerintahan yang baru dalam melanjutkan perang melawan korupsi. Kita lihat saja nanti.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar