Gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun 2025 akhirnya mencatatkan angka yang cukup fantastis. Total transaksinya mencapai Rp 36,4 triliun. Angka ini, seperti diumumkan Kementerian Perdagangan, ternyata melampaui target awal yang 'hanya' Rp 33-34 triliun.
Acara belanja online besar-besaran itu digelar selama dua hari, 15 hingga 16 Desember lalu. Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama yang solid antara pemerintah dan para pelaku e-commerce.
“Dalam penyelenggaraan tahun ini, Harbolnas 2025 mencetak total transaksi sebesar Rp 36,4 triliun atau meningkat 17 persen dibanding total transaksi tahun lalu,”
kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1).
Yang menarik, produk lokal punya andil besar dalam pesta belanja ini. Kontribusinya mencapai 45,6 persen dari total transaksi, atau setara dengan Rp 16,6 triliun. Angka ini naik sekitar 3 persen atau kurang lebih Rp 500 miliar dibandingkan capaian tahun 2024.
Nah, produk dalam negeri apa saja yang laris manis? Ternyata, fesyen dan pakaian olahraga masih mendominasi. Diikuti oleh produk perawatan diri, serta aneka makanan dan minuman.
“Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum belanja daring seperti ini. Caranya adalah dengan mendorong peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, serta penguatan kapasitas digital agar mampu bersaing secara berkelanjutan,”
ujarnya menambahkan.
Di sisi lain, tren belanja tahun ini juga menunjukkan pergeseran selera konsumen. Fitur live shopping, misalnya, jadi primadona baru. Sekitar 80 persen konsumen mengaku tertarik dengan fitur ini. Jauh lebih tinggi ketimbang minat pada fitur gamifikasi semacam kumpul poin atau naik peringkat, yang hanya disukai 31 persen pembeli.
Selain itu, promosi lewat afiliator juga terbukti jitu. Data menunjukkan, 54 persen konsumen membeli barang justru dari tautan yang dibagikan para afiliator di Instagram Story, TikTok Post, Facebook, dan YouTube Shorts.
Budi Santoso sendiri melihat Harbolnas bukan sekadar event belanja biasa. Ia menyebutnya sebagai instrumen strategis yang turut menggerakkan ekonomi nasional. Tahun ini saja, ada sekitar 1.300 pelaku usaha yang ikut serta mulai dari pedagang perorangan, ritel daring, hingga marketplace besar.
Harapannya, momentum Harbolnas bisa jadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025. Apalagi, program ini berjalan beriringan dengan EPIC Sale dan BINA Great Sale. Kalau ketiganya digabung, target nilai transaksi untuk tahun 2025 bisa menyentuh angka yang luar biasa: Rp 110 triliun.
Artikel Terkait
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil
IHSG Diproyeksi Bergerak Tak Menentu, Terjepit Sentimen Lokal dan Global
IHSG Melonjak 1,03% di Awal Pekan, Mayoritas Sektor Berada di Zona Hijau