Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM

- Kamis, 09 April 2026 | 17:50 WIB
Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM

Di sebuah forum bisnis di Tokyo, kerja sama baru saja terjalin. Pegadaian, salah satu pilar dalam Holding Ultra Mikro BRI Group, menandatangani nota kesepahaman dengan SMBC Corporation dari Jepang. Acara bertajuk "Indonesia-Japan Strategic Partnership Forum" itu digelar di The Imperial Hotel, Senin lalu, dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembiayaan inklusif di tanah air.

Forum tersebut sendiri merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kadin Indonesia, JETRO, hingga KBRI Tokyo. Tujuannya jelas: membuka lebih banyak lagi peluang kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang, dengan memanfaatkan kerangka IJEPA yang sudah ada.

Nah, bagi BRI Group, kolaborasi ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah langkah nyata untuk membuka akses pendanaan yang lebih luas, termasuk melalui skema pembiayaan global. Tujuannya, tentu saja, untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mendanai segmen ultra mikro dan UMKM.

"Sebagai induk Holding Ultra Mikro, BRI berperan sebagai orkestrator dalam membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan BRI, Pegadaian, dan PNM," ujar CEO BRI Group, Hery Gunardi.

Hery menekankan, sinergi ini dirancang untuk lebih dari sekadar urusan pinjam-meminjam. Ia diharapkan bisa mendorong pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga literasi keuangan.

"BRI terus mendorong sinergi dan transformasi di seluruh entitas, termasuk Pegadaian, agar mampu memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.

Kolaborasi dengan mitra global seperti SMBC, menurut Hery, adalah bagian dari strategi besar untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus meningkatkan daya saing di kancah internasional.

Dan upaya mereka sejauh ini terlihat cukup solid. Data hingga akhir Desember 2025 menunjukkan, Holding Ultra Mikro BRI Group telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif. Yang menarik, simpanan emas dalam ekosistem mereka juga melonjak 65,5% year-on-year, mencapai 17,1 ton didorong oleh layanan bullion dan aplikasi digital Pegadaian, Tring. Tak hanya itu, tercatat 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas. Angka-angka itu bicara banyak.

Di sisi lain, kerja sama dengan SMBC ini juga punya muatan strategis yang lebih luas. Ia selaras dengan agenda pembangunan pemerintahan saat ini, khususnya dalam hal perluasan akses keuangan berkelanjutan dan penguatan industri keuangan nasional. Bagi Pegadaian sendiri, kemitraan ini adalah batu pijakan penting untuk transformasi, meningkatkan kapasitas pendanaan, dan tentu saja, daya saing regional.

Penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hadir pula sejumlah nama penting dari kedua belah pihak, seperti CEO Danantara Rosan Roeslani, perwakilan eksekutif SMBC Group, serta direksi Pegadaian dan Bank SMBC Indonesia.

Lalu, apa isi kerjasamanya? Intinya, SMBC akan menyediakan fasilitas kredit untuk Pegadaian. Yang menarik, ada juga fasilitas tematik berupa pinjaman sosial (social loans) yang ditujukan untuk membiayai sektor-sektor dengan dampak sosial tinggi. Ini menjadi pintu awal bagi Pegadaian untuk mengembangkan akses pendanaan luar negeri, guna mendukung ekspansi usaha mereka ke depan.

Kerja sama ini, pada akhirnya, bukan cuma tentang dua perusahaan. Ia adalah tentang membangun jembatan pendanaan yang lebih kokoh untuk menggerakkan roda ekonomi paling akar rumput di Indonesia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar