Transaksi QRIS Tumbuh 89%, Jumlah Pedagang Mikro Naik Dua Kali Lipat

- Kamis, 09 April 2026 | 18:15 WIB
Transaksi QRIS Tumbuh 89%, Jumlah Pedagang Mikro Naik Dua Kali Lipat

Pertumbuhan transaksi QRIS di Indonesia ternyata masih melaju kencang. Data terbaru dari PT ALTO Network, penyedia layanan switching dan solusi perbankan, mencatatkan lonjakan hingga 89 persen secara tahunan hingga Maret 2026. Angka yang cukup fantastis di tengah situasi global yang tak menentu.

CEO ALTO Network, Gretel Griselda, mengungkapkan bahwa QRIS kini jadi penyumbang terbesar bagi total transaksi yang mereka tangani. Posisi berikutnya diisi oleh transfer antarbank dan penarikan tunai di ATM.

“Tiga bulan terakhir perang sudah terjadi; kondisi global juga sudah cukup volatil. Namun, tren juga masih meningkat,” ujar Gretel, Kamis (9/4/2026).

Meski begitu, dia tak berharap pertumbuhan seagresif itu akan terus berlanjut. Untuk satu tahun ke depan, proyeksinya lebih realistis. “Sampai satu tahun ke depan, kami melihat sepertinya tren masih positif, tetapi mungkin akan melambat,” tuturnya.

Di sisi lain, Gretel melihat ada indikator menarik lain yang muncul. Jumlah pelaku usaha mikro yang memakai jasa ALTO melonjak dua kali lipat di kuartal pertama tahun ini. Bagi dia, ini sinyal bagus tentang ketahanan ekonomi akar rumput.

“Artinya semakin banyak orang mulai berdagang dengan skala mikro. Menunjukkan tingkat resiliensinya cukup tinggi, didukung juga dengan daya beli dan konsumsi masyarakatnya masih bagus,” tambahnya.

Tapi, fenomena itu punya dua sisi. Peningkatan jumlah pedagang mikro bisa juga dibaca sebagai peringatan dini. Mungkin saja ini tanda orang mencari sumber penghasilan tambahan karena tekanan ekonomi. Namun begitu, Gretel tetap optimis.

“Tetapi buat sekarang, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain. Indonesia masih relatif lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, ALTO juga melaporkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 75 persen pada kuartal pertama 2026. Hanya saja, ada catatan lain: nilai rata-rata per transaksi justru turun 16 persen. Artinya, orang mungkin bertransaksi lebih sering, tapi dengan nominal yang lebih kecil. Ini jadi gambaran yang lebih lengkap tentang pola konsumsi saat ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar