PLN Sebut Cuaca Buruk Picu Blackout di Sumatera, Pengamat Apresiasi Keterbukaan Informasi

- Senin, 25 Mei 2026 | 19:40 WIB
PLN Sebut Cuaca Buruk Picu Blackout di Sumatera, Pengamat Apresiasi Keterbukaan Informasi

Gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman massal atau blackout di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026 malam, diduga dipicu oleh cuaca buruk yang mengganggu saluran transmisi bertegangan 275 kiloVolt (kV) antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. PT PLN (Persero) menyampaikan dugaan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan informasi awal kepada publik mengenai penyebab terganggunya pasokan listrik di wilayah tersebut.

Langkah PLN yang terbuka dalam menyampaikan perkembangan pemulihan dinilai sebagai sikap yang responsif dan proaktif. Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, menilai bahwa dalam situasi darurat seperti ini, masyarakat tidak hanya membutuhkan percepatan pemulihan, tetapi juga kejelasan informasi mengenai penyebab gangguan dan tahapan normalisasi jaringan.

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai penyebab gangguan dan proses pemulihan yang sedang berjalan. Saya melihat PLN cukup terbuka dalam menyampaikan perkembangan penanganan hingga pasokan listrik berangsur kembali normal,” ujar Sofyano dalam pernyataannya pada Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Sofyano, sistem pengamanan pada jaringan kelistrikan berskala besar dirancang untuk bekerja secara otomatis ketika terjadi gangguan pada jalur utama. Mekanisme ini bertujuan mencegah dampak yang lebih luas terhadap jaringan lainnya. Oleh karena itu, proses normalisasi pasokan listrik harus dilakukan secara bertahap demi menjaga stabilitas dan keamanan sistem secara keseluruhan.

“Dalam sistem sebesar Sumatera, pemulihan memang harus dilakukan secara hati-hati agar jaringan kembali stabil sebelum seluruh pasokan listrik dinormalkan,” katanya.

Di sisi lain, Sofyano menilai faktor cuaca dan gangguan alam menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan jaringan transmisi dan distribusi listrik nasional. Ia menekankan pentingnya penyampaian perkembangan pemulihan secara berkala agar masyarakat memahami kondisi di lapangan dan proses penanganan yang tengah berjalan.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan pasokan listrik kembali normal sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan baik,” ujar dia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar