Perusahaan keamanan siber PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) baru saja mengamankan sebuah kontrak yang cukup besar. Nilainya mencapai USD 60 juta, atau setara dengan ratusan miliar rupiah. Kontrak ini untuk menyelenggarakan pelatihan di dua bidang yang sedang panas: cybersecurity dan kecerdasan buatan.
Yang menarik, mitra kerjanya adalah PT Republik Technetronic Nusantara. Perusahaan ini diketahui merupakan penyedia layanan bagi Kementerian Pertahanan. Jadi, meski tidak langsung menandatangani kontrak, keterlibatan kementerian tersebut sebagai end-user terlihat cukup jelas di sini.
Nantinya, pelaksanaan program akan dipegang oleh anak usaha CYBR, yaitu ITSEC Cyber & AI Academy. Mereka mendapat mandat untuk menjalankan pelatihan selama empat tahun ke depan. Menurut rencana, kurikulum yang dipakai bakal mengacu pada standar internasional. Tujuannya jelas: membekali peserta dengan skill praktis sekaligus pemahaman mutakhir tentang tren ancaman siber dan perkembangan teknologi AI yang terus bergerak cepat.
Direktur ITSEC Asia, Doni Mora, tentu saja menyambut baik pencapaian ini. Ia menilai kontrak jangka menengah ini punya potensi besar untuk mendongkrak kinerja grup secara keseluruhan.
"Kerja sama ini dapat memperkuat portofolio layanan edukasi dan pengembangan talenta di bidang cybersecurity dan AI melalui ITSEC Cyber & AI Academy," ujarnya.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan