Transformasi BUMN dan Peran Ekspatriat di Garuda
Achmad menyoroti bahwa program transformasi BUMN pada periode 2019–2021 telah menunjukkan hasil positif dengan pertumbuhan pendapatan 18,8% dan laba konsolidasi yang melonjak. Namun, ia mengingatkan bahwa mayoritas dividen masih disumbang segelintir BUMN besar, sementara ratusan lainnya menjadi beban.
Menyoroti penunjukan dua ekspatriat di Garuda Indonesia, Achmad menilai langkah ini wajar asalkan disertai target kinerja yang jelas dan transparansi publik. Ia mengingatkan, WNA tidak otomatis bebas dari korupsi tanpa dukungan tata kelola yang kuat.
Langkah Konkret Reformasi BUMN
Reformasi BUMN ke depan harus berfokus pada perbaikan insentif, peningkatan kompetisi, dan penguatan tata kelola. Beberapa langkah konkret yang disarankan antara lain:
- Memperkuat dewan komisaris dan audit independen.
- Mengembangkan sistem pelaporan anonim.
- Meningkatkan transparansi dalam proses pengadaan.
- Mengkompensasi penugasan sosial BUMN secara adil.
- Menghubungkan remunerasi direksi dengan capaian kinerja nyata.
Kesimpulannya, menarik talenta asing tanpa mengubah tata kelola fundamental hanya seperti mengganti pemain tanpa mengubah aturan permainan. Hanya dengan reformasi insentif dan sistem pengawasan yang kuat, BUMN dapat bertransformasi dari beban menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Artikel Terkait
Delapan Kantong Jenazah Ditemukan di Hari Kedelapan Pencarian Korban Longsor Pasirlangu
Duel Panas Indonesia vs Vietnam di Perempatfinal Piala Asia Futsal
Dari Bandung ke Swedia: Riyanti dan Lika-Liku Perjalanan yang Tak Terduga
OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Isi Posisi Kosong Dewan Komisioner