Menteri Zulhas Santap Makan Enak dan Pegang Cerutu Mewah Saat Tinjau Lokasi Banjir Aceh

- Senin, 15 Desember 2025 | 16:20 WIB
Menteri Zulhas Santap Makan Enak dan Pegang Cerutu Mewah Saat Tinjau Lokasi Banjir Aceh

Makan enak sambil pegang cerutu. Itulah potret Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, justru saat ia sedang meninjau lokasi banjir di Aceh.

Aksi itu terekam jelas dan langsung menyebar luas di media sosial. Kejadiannya di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada Minggu (14/12/2025) itu menuai badai kritik. Dalam video yang beredar, sang menteri terlihat duduk tenang di sebuah rumah makan. Tangannya memegang cerutu, sementara tangan yang lain sibuk menyantap hidangan di hadapannya.

Suasananya rileks. Terlalu rileks, mungkin, untuk sebuah kunjungan kerja ke daerah bencana.

Yang membuat sorotan kian panas adalah cerutu yang dipegangnya. Menurut sejumlah pengguna media sosial, cerutu itu diduga kuat adalah Cohiba 55 Aniversario Edición Limitada 2021. Harganya fantastis: sekitar 4.500 dolar AS per box, atau jika dirupiahkan bisa mencapai Rp 75 juta untuk satu box berisi sepuluh batang. Nilai yang sungguh tak terbayangkan bagi warga yang baru kehilangan segalanya.

“Ini benar-benar tidak pantas,” tulis seorang warganet. Komentar-komentar pedas lainnya berdatangan, mengecam sikap pejabat yang dinilai kehilangan kepekaan. Apa yang dilakukan Zulhas terlihat amat kontras dengan realita di sekelilingnya, di mana korban banjir masih berjuang memulihkan hidup mereka.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama gaya sang menteri disorot. Sebelumnya, Zulhas juga jadi bahan perbincangan karena aksinya memanggul karung beras untuk korban. Pencitraan lain yang tak luput dari perhatian adalah ketika ia membersihkan lumpur dengan pakaian putih yang tetap bersih. Bagi banyak orang, semua itu terasa seperti drama yang dipentaskan, jauh dari kesan tulus.

Di sisi lain, video yang sama terus beredar dan memperkuat narasi ketidaksesuaian antara penderitaan rakyat dan kenyamanan pejabat. Kontras itu yang paling menyakitkan untuk dilihat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler