Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, getarannya terasa kuat hingga ke Mamuju, Sulawesi Barat, dan memicu kepanikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar. Ratusan pasien dan tenaga medis langsung dievakuasi ke area terbuka begitu guncangan terasa, menciptakan suasana darurat yang penuh ketegangan.
Dalam rekaman video yang beredar di kalangan warga, para tenaga medis tampak sigap mendorong pasien yang masih terbaring di atas ranjang dan brankar menuju halaman rumah sakit. Pasien yang masih mampu berjalan pun bergegas menuju titik evakuasi untuk menyelamatkan diri, sementara petugas rumah sakit melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada satu pun pasien yang tertinggal di dalam gedung.
Keluarga pasien yang terlihat cemas terus diberikan arahan dan pendampingan selama proses evakuasi berlangsung. Seluruh pasien kemudian dikumpulkan di area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Proses evakuasi berlangsung cepat demi menjamin keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan.
Kepala Bidang Penunjang RSUD Sulbar, Bahtiar, menyatakan bahwa pemindahan seluruh pasien ke luar gedung merupakan bagian dari prosedur darurat rumah sakit.
"Sementara ini semua pasien kami evakuasi terlebih dahulu sebagai bagian dari prosedur darurat rumah sakit. Kami kumpulkan di area aman sampai ada perintah lebih lanjut dari pimpinan. Saat ini pendataan jumlah pasien yang dievakuasi masih berlangsung dan kami juga masih berkoordinasi terkait kebutuhan tambahan perawat," ujar Bahtiar.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer. Meskipun BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, getaran yang cukup kuat dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Mamuju, sehingga memicu evakuasi darurat di fasilitas kesehatan dan sejumlah bangunan lainnya.
Artikel Terkait
FK Unhas Lantik Empat Wakil Dekan dan Ketua GPM-PR Periode 2026–2030
Mahfud MD Kagumi Tradisi Pemimpin di Palopo: Tak Boleh Kaya Sebelum Rakyat Makan
Petani Bawang Enrekang Hemat 60 Persen Biaya Produksi Usai Beralih ke Listrik
KPK Dalami Penelusuran Aset dan Pengisian Kuota Haji Tambahan di Kasus Yaqut Cholil Qoumas