PM Albanese Temui Pahlawan Bondi yang Berani Hadang Penembak

- Selasa, 16 Desember 2025 | 13:20 WIB
PM Albanese Temui Pahlawan Bondi yang Berani Hadang Penembak

Di sebuah ruang rumah sakit di Sydney, Selasa lalu, suasana haru menyelimuti pertemuan itu. Perdana Menteri Anthony Albanese datang khusus untuk menemui Ahmed al Ahmed, pria 43 tahun yang masih terbaring di Rumah Sakit St George. Kunjungan itu bukan sekadar formalitas belaka.

Ahmed terluka parah. Dia terkena dua peluru saat berusaha menghentikan teror di Pantai Bondi, Minggu sebelumnya. Aksi nekatnya menyergap dan merebut senjata salah satu penembak ternyata berhasil mencegah kekacauan yang lebih buruk. Banyak yang percaya, nyawa tak terhitung diselamatkan karena keberaniannya di detik-detik mencekam itu.

Albanese tampak terdiam sejenak di samping tempat tidur Ahmed. Lalu, dengan suara yang penuh apresiasi, dia menyampaikan kekagumannya. Tindakan tanpa pamrih Ahmed, menurutnya, adalah wujud semangat kepahlawanan yang sesungguhnya. Sebuah inspirasi.

“Dia memutuskan untuk bertindak dan keberaniannya merupakan inspirasi bagi seluruh warga Australia. Dia adalah pria yang sangat rendah hati,” ujar Albanese.

Di sisi lain, PM itu tak ragu menyematkan gelar istimewa. Pria muslim keturunan Suriah ini disebutnya sebagai "pahlawan sejati Australia". Sebuah pengakuan yang jarang diberikan.

“Sebuah kehormatan bisa bertemu Ahmed al Ahmed. Dia benar-benar pahlawan bagi warga Australia,” tambahnya.

Kisah heroik Ahmed pun dengan cepat menyebar. Sebuah video yang beredar menunjukkan rekaman aksinya, meski samar-samar. Sementara di platform media sosial, satu unggahan dari akun @Muslim mendapat perhatian luas. Unggahan itu menyebut Ahmed sebagai warga sipil pemberani yang berhasil melumpuhkan salah satu penembak. Disebutkan juga, pria pemilik toko buah ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka tembak yang dideritanya.

Semuanya bermula dari sebuah Minggu yang seharusnya tenang di Bondi. Tapi Ahmed memilih untuk tidak tinggal diam. Dan pilihannya itu, meski nyaris merenggut nyawanya, telah mengubah segalanya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar