Rekonstruksi 32 Adegan Ungkap Detik-Detik Penembakan Hansip Cakung

- Senin, 22 Desember 2025 | 20:25 WIB
Rekonstruksi 32 Adegan Ungkap Detik-Detik Penembakan Hansip Cakung

JAKARTA - Udara di sekitar lokasi rekonstruksi di Cakung, Jakarta Timur, pagi itu terasa berat. Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya sibuk mempersiapkan reka ulang sebuah tragedi: penembakan anggota hansip yang menewaskan korban. Tak tanggung-tanggung, ada 32 adegan yang harus diperagakan.

Menurut unggahan di akun Instagram @resmob_pmj, Senin (22/12/2025), seluruh adegan itu dilakoni oleh kedua pelaku dan juga saksi yang menjadi korban penyerangan. Prosesnya detail, mencoba menangkap setiap momen sebelum kejadian berdarah itu terjadi.

Dua tersangka, RS dan PS, tampil sebagai pemeran utama. Mereka memulai dari adegan pencurian. Lalu, satu per satu, rangkaian peristiwa itu dihidupkan kembali.

"Hingga adegan krusial pada adegan ke-9," jelas sumber tersebut.

Di titik itulah, katanya, korban menabrak pelaku. Situasi memanas dengan cepat. Dan tembakan pun meletus, merenggut nyawa.

Dengan selesainya rekonstruksi, penyidik kini fokus menyempurnakan berkas perkara. Target polisi jelas: segera bawa kedua tersangka ke meja hijau. Reka ulang tadi juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum, sebagai bagian dari proses penyidikan yang ketat. Semua diperagakan langsung oleh para tersangka dan saksi kunci.

Kasus ini sendiri berawal dari penangkapan dua residivis ini. Mereka diduga kuat sebagai otak di balik penembakan hansip di Cakung. Modus mereka sudah biasa: mencuri kendaraan bermotor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membeberkan profil kelam mereka. RS alias Romaja (29) baru saja menghirup udara bebas pada Juli 2024. Tapi kebebasan itu tak lama. Ini sudah kali kelima dia masuk bui untuk kasus yang itu-itu juga.

"Selama bebas, tersangka R melakukan pencurian sepeda motor di daerah Bandar Lampung sebanyak 2 kali, dan satu kali melakukan di Polda Metro dengan RF di daerah Mangga Besar, Jakarta Pusat, dijual kepada M," papar Budi kepada awak media, Senin (10/11/2025).

Rekannya, PS alias P (23), nasibnya tak beda jauh. Dia baru keluar dari penjara pada Agustus 2025. Dan alih-alih memulai hidup baru, dia malah terlibat dalam aksi pencurian yang berujung maut di Cakung.

"Tersangka PS keluar bulan Agustus 2025 dan baru main lagi di TKP penembakan," tandas Budi.

Dua pelaku, sejarah kriminal yang panjang, dan sebuah rekonstruksi panjang untuk mengungkap kebenaran. Polisi berharap semua jerih payah ini membawa keadilan bagi keluarga korban.

Komentar