Jakarta - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah punya strategi khusus untuk mengatasi kemacetan yang sudah bisa dipastikan bakal terjadi. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memberikan potongan harga untuk beberapa moda transportasi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam sebuah rapat koordinasi di STIK Polri, Jakarta Selatan, Senin lalu.
Dedi menjelaskan, diskon ini diberikan sebagai stimulus. Tujuannya jelas: mengurai kepadatan arus perjalanan.
“Pemerintah juga sudah memberikan stimulus yang diberikan dalam rangka untuk mengurai kemacetan, antara lain memberikan diskon tarif dasar angkutan laut, kemudian penyeberangan, diskon tiket kereta api sebanyak 30 persen,” ucap Dedi.
“Serta diskon tiket pesawat ya sebanyak atau sebesar 13 sampai 14 persen, yang diberlakukan pada periode perjalanan mulai tanggal 22 Desember 2025 sampai dengan 10 Januari 2026,” tambahnya.
Jadi, bagi yang berencana pulang kampung atau sekadar liburan, periode 22 Desember hingga 10 Januari adalah waktu untuk memanfaatkan potongan harga itu.
Lalu, berapa banyak orang yang diperkirakan akan membanjiri jalan dan transportasi umum? Angkanya cukup besar. Menurut Dedi, hasil survei Kementerian Perhubungan memprediksi ada peningkatan sekitar 8,83 juta orang atau 7,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Jumlah masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru diperkirakan sekitar 119,5 juta orang. Yang mengalami peningkatan dua kali lipat bila dibandingkan tahun yang lalu,” jelasnya.
Dengan kata lain, hampir 120 juta orang akan bergerak. Bayangkan saja keramaiannya.
Nah, terkait waktu puncak, arus mudik diprediksi memadat pada 20 hingga 24 Desember 2025. Sementara gelombang balik diperkirakan terjadi antara 28 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. Periode-periode inilah yang kemungkinan besar akan paling padat.
Di sisi lain, pemberian diskon tiket bukan satu-satunya langkah. Polri juga sudah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan.
“Polri juga mempersiapkan berbagai macam rencana rekayasa arus lalu lintas baik pada arus mudik maupun pada arus balik,” ucap Dedi.
“Ya dengan pola ganjil-genap, contra flow, hingga one way. Serta akan disosialisasikan secara masif nanti bersama stakeholder terkait lainnya dengan berbagai macam media, nanti menggunakan media, platform-platform media sosial, dan juga langsung kepada masyarakat,” paparnya lebih detail.
Jadi, selain berharap pada diskon yang bisa meredam lonjakan penumpang, pengendara juga harus bersiap dengan aturan-aturan teknis di jalan. Sosialisasi rencananya akan gencar dilakukan, lewat media konvensional hingga media sosial. Semua upaya ini digeber demi satu hal: membuat perjalanan mudik dan balik masyarakat sedikit lebih lancar.
Artikel Terkait
BEM SI Tinjau Langsung Gudang Bulog, Stok Beras Nasional Capai Rekor 5,2 Juta Ton
Presiden Prabowo Terima Laporan Reformasi Polri, Instruksikan Perubahan Bertahap hingga 2029
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zero Tolerance terhadap Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Agama
118 BEM Nusantara Dialog Langsung dengan Mentan, Bahas Swasembada Pangan hingga Koperasi Desa