Persib Bandung Luncurkan Koleksi Streetwear Eksklusif Kolaborasi dengan Brand Inggris

- Selasa, 17 Maret 2026 | 16:30 WIB
Persib Bandung Luncurkan Koleksi Streetwear Eksklusif Kolaborasi dengan Brand Inggris

BANDUNG – Ambisi Persib Bandung ternyata tak berhenti di lapangan hijau. Klub kebanggaan Jawa Barat ini baru saja merilis koleksi fashion eksklusif hasil kolaborasi dengan Weekend Offender, brand streetwear ternama asal Inggris. Harganya? Bisa dibilang premium untuk merchandise klub.

Namun begitu, kemitraan ini jauh lebih dalam dari sekadar jualan kaos biasa. Ini adalah pertemuan dua kultur yang punya akar kuat di dunia mereka masing-masing. Di satu sisi, ada Persib dengan Bobotoh-nya yang legendaris loyalitasnya. Di sisi lain, Weekend Offender membawa DNA streetwear Inggris yang lahir dari kultur suporter sepak bola yang kental. Hasilnya, lahirlah karya yang bisa dibilang sebagai simbol kebanggaan yang bisa dipakai kapan saja.

Wadahnya adalah Program KolaboraSIB dari Persib Store. Program ini memang sengaja dibuat untuk membuka ruang kreatif seluas-luasnya, menjalin kerja sama dengan berbagai brand, baik lokal maupun internasional, dari beragam industri.

Sebelumnya, KolaboraSIB sudah menghasilkan beberapa karya menarik. Mereka pernah bekerja sama dengan musisi seperti Koil, brand seperti Teenage Death Star, hingga seniman lokal Bandung macam Dendy Darman. Semua itu memperkaya ekosistem kreatif yang dibangun Persib.

Persib Jadi Brand Lifestyle

Budi Ulia, Vice President Marketing PT Persib Bandung Bermartabat, melihat kolaborasi ini sebagai langkah strategis. Tujuannya jelas: menggeser merchandise dari sekadar atribut penonton menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

"Kami ingin agar produk ini menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari Bobotoh, bukan hanya saat di stadion. Ini adalah ekspansi penting bagi brand Persib," ungkap Budi.

Nama Weekend Offender sendiri bukan nama baru. Di kalangan streetwear dan suporter sepak bola global, brand ini punya reputasi dan identitas yang kuat. Kolaborasi ini membawa nuansa internasional, tapi karakter Persib tetap jadi jiwa utamanya. Desainnya modern, penuh makna, dan jelas lebih dari sekadar pernyataan fashion biasa.

Streetwear yang Sarat Makna Lokal

Koleksinya sendiri terbatas. Ada empat item utama: tiga model t-shirt dengan dua pilihan warna, plus satu jersey yang juga hadir dalam dua varian. Pendekatan desainnya mengusung streetwear modern, tapi DNA Persib dan Bandung tak pernah hilang.

Salah satu elemen ikonik yang dipakai adalah kode telepon legendaris Kota Bandung, 022. Ini bukan angka biasa, melainkan simbol keterikatan yang dalam antara klub, kota, dan para Bobotoh.

Detail eksklusifnya juga diperhatikan. Dari sleeve badge, twill label, hingga signature card, semuanya menambah nilai koleksi ini. Dengan produksi yang sengaja dibatasi hanya 3.000 kaus dan 600 jersey barang-barang ini pasti akan jadi buruan kolektor dan fans berat.

Harganya mencerminkan eksklusivitas itu. Satu kaus dibanderol Rp495.000, sementara jersey-nya Rp799.000. Cukup mahal, tapi bagi yang paham nilai di baliknya, harga mungkin bukan halangan.

Lebih Dari Sekadar Klub Bola

Adhi Pratama, Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, punya penekanan lain. Baginya, langkah ini adalah penegasan bahwa identitas Persib sudah meluas.

"Kami ingin agar Persib dikenal tidak hanya di stadion, tetapi juga di dunia lifestyle dan industri kreatif. Kolaborasi dengan Weekend Offender membuka peluang untuk memperkuat identitas kami di dunia fashion," kata Adhi.

Pesan yang disampaikan jelas. Persib Bandung kini bukan cuma tentang gol, taktik, atau tiga poin. Mereka sedang membangun sebuah brand lifestyle yang berpengaruh. Kolaborasi ini bisa jadi pintu pembuka untuk kerja-kerja kreatif lain di tingkat global.

Intinya, Persib menunjukkan mereka serius mendunia. Bukan cuma sebagai klub sepak bola, tapi juga sebagai ikon kreativitas. Dan untuk Bobotoh, kini ada cara baru untuk pamer kebanggaan. Tak cuma di tribun Gelora Bandung Lautan Api, tapi juga di jalanan, dengan gaya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar