Banjir besar yang melanda Aceh dan sebagian wilayah Sumatera belakangan ini, tak hanya menyisakan lumpur dan kerusakan. Gelombang keprihatinan pun datang dari jauh, tepatnya dari markas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Copenhagen, Denmark.
Mereka menyuarakan isyarat darurat. Situasinya digambarkan sangat serius, bahkan disebutkan bisa lebih parah dibandingkan bencana tsunami 2004 lalu. Yang paling mencemaskan, menurut pernyataan resmi mereka, adalah laporan bahwa bantuan kemanusiaan dari dunia internasional dan berbagai LSM global mengalami kendala untuk masuk ke Aceh.
Karena itulah, GAM secara terbuka menyerukan PBB dan Uni Eropa untuk meminta klarifikasi langsung kepada Pemerintah Indonesia. Intinya, soal hambatan akses bantuan itu.
"Kami khawatir para korban banjir berada dalam kondisi sangat rentan terhadap wabah penyakit, kekurangan air bersih, serta ancaman kelaparan,"
kata Johan Makmor, pimpinan GAM di Denmark, dalam sebuah keterangan video yang beredar Minggu lalu.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor