Lonjakan 50% Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lain di Jakarta Justru Sepi

- Selasa, 17 Maret 2026 | 20:00 WIB
Lonjakan 50% Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lain di Jakarta Justru Sepi

Sore itu, Terminal Kampung Rambutan sesak. Suasana H-4 Lebaran 1447 H terasa begitu riuh, jauh lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut pantauan di lapangan, peningkatan jumlah pemudik yang memadati terminal di Jakarta Timur ini bahkan disebut mencapai angka 50 persen.

Sejak pukul lima sore, kerumunan kian tak terbendung. Area tunggu penuh, titik keberangkatan bus pun dipadati orang-orang dengan tas dan bingkisan. Lalu lalang bus yang membawa penumpang ke berbagai daerah juga tampak meningkat drastis, berlangsung hingga malam hari.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, turun langsung ke terminal.

"Kalau dilihat dari jumlah pemudik di Terminal Kampung Rambutan ini, peningkatannya signifikan. Rata-rata naik sekitar 50 persen dibanding tahun lalu," ujar Syafrin, Selasa (17/3/2026).

Dia memastikan semua bus yang beroperasi sudah melalui pemeriksaan kelaikan. Pengemudinya pun diperiksa kesehatannya.

“Kendaraan yang disiapkan seluruhnya sudah dilakukan ramp check, begitu juga dengan pengemudi,” katanya.

Namun begitu, fenomena ramai ini ternyata tidak merata. Syafrin mengungkapkan, lonjakan di Kampung Rambutan sudah terjadi sejak H-7 dengan angka fantastis 86 persen. Di sisi lain, terminal lain di Jakarta justru mengalami penurunan penumpang.

“Secara keseluruhan, terminal-terminal lain di Ibu Kota justru turun sekitar 15–16 persen per 16 Maret,” jelasnya.

Penurunan itu, menurutnya, tak lepas dari program “Mudik di Jakarta” yang digagas Gubernur Pramono Anung. Intinya, program ini memberi berbagai kemudahan bagi warga yang memilih tetap tinggal.

“Ada insentif pajak untuk pusat kegiatan, sehingga mereka bisa kasih diskon besar, sampai 70-80 persen, selama masa angkutan Lebaran. Harapannya, yang tidak mudik tetap bisa menikmati Lebaran di Jakarta,” ujarnya.

Soal pengamanan, Syafrin menyebut telah dilakukan penjagaan ketat bersama TNI-Polri. Titik-titik vital seperti terminal, pelabuhan, dan lokasi wisata jadi fokus.

“Kami menempatkan 2.082 petugas mulai H-7, 13 Maret, hingga 30 Maret. Petugas tersebar di tujuh terminal, pelabuhan seperti Muara Angke, serta 7–12 lokasi wisata di Jakarta,” pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar