Ribuan pasang mata tertuju pada panggung utama Plaza Balai Kota Bandung saat penyanyi Sunda Ade Astrid membawakan lagu-lagu daerah berpadu harmonis dengan alunan angklung. Peristiwa itu menjadi puncak dari gelaran Bandung Kota Angklung Festival, sebuah ajang yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung untuk merayakan warisan budaya tradisional.
Festival yang berlangsung meriah ini melibatkan lebih dari 500 pegiat seni, musisi, dan pemain angklung muda yang berasal dari berbagai sekolah serta komunitas seni di Kota Bandung. Kehadiran Ade Astrid menjadi salah satu daya tarik utama yang berhasil menyedot perhatian masyarakat luas. Penyanyi yang memiliki nama asli Astrid Fitria Sari tersebut tampil berkolaborasi dengan para pemain angklung muda dalam sebuah pertunjukan yang memadukan musik tradisional Sunda dengan sentuhan hiburan modern.
Harmoni antara suara angklung dan vokal khas Ade Astrid menciptakan suasana yang memikat sekaligus memperlihatkan bahwa budaya tradisional tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Ribuan warga yang memadati area Plaza Balai Kota tampak antusias mengikuti jalannya festival. Suasana semakin semarak ketika Ade Astrid mengajak penonton bernyanyi bersama membawakan sejumlah lagu Sunda populer yang sudah akrab di telinga masyarakat.
"Angklung bukan sekadar alat musik, tetapi identitas budaya yang harus terus kita jaga bersama. Saya bangga melihat begitu banyak anak muda yang masih mencintai dan memainkan angklung," ujar Ade Astrid, Selasa, 16 Juni 2026.
Sebagai salah satu penyanyi Sunda paling populer saat ini, Ade Astrid dikenal konsisten mengangkat budaya Sunda melalui karya dan penampilannya. Lagu 'Jayanti' menjadi salah satu karya yang paling melekat dengan dirinya dan selalu dinantikan para penggemar di berbagai panggung hiburan. Menurut dia, kolaborasi antara musisi profesional dan generasi muda menjadi langkah penting untuk memastikan seni tradisional tetap hidup dan berkembang.
"Kalau generasi muda terus diberi ruang untuk berkarya dan tampil, saya yakin budaya Sunda tidak akan pernah kehilangan penerusnya. Justru akan semakin dikenal luas, bahkan hingga mancanegara," katanya.
Bandung Kota Angklung Festival juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam melestarikan angklung sebagai warisan budaya dunia sekaligus memperkuat identitas Bandung sebagai Kota Angklung. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan apresiasi budaya bagi masyarakat. "Budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dimainkan, dirasakan, dan diwariskan. Festival seperti ini menjadi cara terbaik untuk memastikan angklung tetap bergema dari generasi ke generasi," tutur Ade Astrid.
Melalui kolaborasi para seniman, pelajar, dan komunitas budaya, Bandung Kota Angklung Festival berhasil menghadirkan perayaan budaya yang inspiratif. Lebih dari sekadar pertunjukan musik, festival ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Sunda yang telah mendunia.
Artikel Terkait
Pemuda di Kemayoran Tusuk Tetangga hingga Tewas Akibat Dendam Ditinggal di Pondok Pesantren
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bertemu AM Hendropriyono, Bahas Revitalisasi Pewayangan untuk Pelestarian Budaya
Kemenag Tetapkan 1 Muharam 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026, PBNU Berbeda Putusan
Dokter: Risiko Diabetes pada Anak dari Orang Tua Penderita Bisa Dikendalikan dengan Gaya Hidup Sehat